Cerita Nani Sumot, Peracik Kopi untuk Jokowi di Manado

0
143
Nani Sumot, peracik kopi untuk Jokowi di Manado. (f: liputan6.com)

KLIK24.ID – Salah satu kegiatan yang dijalani Presiden Jokowi saat berada di Manado, Minggu 31 Maret, adalah mengunjungi kawasan rumah kopi Jalan Roda (Jarod). Ada cerita menarik dari Nani Sumot, sang peracik kopi yang dihidangkan untuk Jokowi malam itu.

“Jujur saja saya takut. Karena kalau terjadi apa-apa dengan Presiden Jokowi, tentu saya yang bertanggung jawab,” ujar Nani, Rabu (3/4/2019).

Nani mengatakan, ketakutannya saat meracik dan menghidangkan kopi itu jangan-jangan karena hidangannya itu terjadi apa-apa dengan Jokowi. “Jangan sampai Pak Jokowi sakit perut, saya takut sekali,” ujar laki-laki yang mempunyai nama asli Yusrin Otoluwo ini.

Nani sudah bekerja sejak tahun 2009 di rumah makan Warna-Warni yang terletak di kawasan Jarod, Kecamatan Wenang, Manado. Rumah makan milik Asnah Adam ini mendadak terkenal, karena di tempat itu Presiden Jokowi memilih untuk menikmati kopi.

“Beberapa jam sebelum Pak Jokowi datang, beberapa orang dari istana kepresidenan sudah datang di sini. Mereka memastikan semua alat dan bahan-bahan untk meracik kopi sudah sesuai dengan standar,” ungkap Nani.

Informasi bahwa Jokowi akan tiba di Jarod dalam beberapa menit lagi merupakan waktu yang paling menegangkan bagi Nani. Bersama temannya Arie Pomalingo, dia juga bertugas untuk menghidangkan kopi itu kepada Jokowi dan rombongan. “Saya gemetar saat membawa delapan gelas kopi, yang terdiri dari empat gelas kopi hitam dan empat gelas kopi susu,” tuturnya.

Di tengah rasa gugup dan takut itu, Nani mengaku bangga karena bisa berbincang dengan Jokowi. “Saya tanyakan Pak Jokowi memilih kopi yang mana, dijawab Pak Presiden bahwa dia suka kopi susu,” ujar Nani.

Bagi Nani, bisa melayani Presiden Jokowi merupakan satu kebanggaan yang luar biasa. “Apalagi saya memang pendukung Pak Jokowi sejak Pilpres 2014 lalu,” ujarnya.

Jarod merupakan suatu kawasan yang terletak di kompleks pusat kota Manado. Puluhan rumah kopi berjejer di sisi kiri dan kanan di ruas jalan sepanjang sekitar 100 meter. Sejak pukul 06.00 Wita, kawasan ini sudah siap melayani pengunjung hingga pukul 18.00 Wita.

“Hanya saja ketika Pak Jokowi datang, kami buka sampai pukul 10 malam,” Asnah Adam yang sudah merintis usaha Rumah makan Warna-Warni sejak tahun 1978.

Berbeda dengan Nani yang mendukung Jokowi, Asnah dengan malu-malu mengaku pendukung capres Prabowo Subianto. “Tapi pilihan kita kan di dalam bilik suara. Bisa saja pilihan saya berubah,” ujarnya.

liputan6.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.