Penderita Kusta Bukan Disihir, Jangan Kucilkan

0
130

KLIK24.ID -Pandangan sebagian masyarakat terhadap penyakit kusta sepertinya masih soal mistis. Bahkan masih ada yang mengucilkan penderita kusta.

Masyarakat pun diminta oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut untuk jangan mengucilkan penderita penyakit kusta.

Petugas Dinkes Bolmut yang menangani kusta menyebutkan, penderita kusta rentan dikucilkan. “Karena pemahaman dari dulu mengatakan bahwa penyakit kusta adalah kutukan, guna-guna, atau dosa makanya banyak yang menjauh,” ungkap Kicy.

Lanjutnya, ada juga pemahaman yang salah mengenai penularannya, makanya banyak yang takut tertular.”Padahal penularan penyakit kusta tidak semudah yang dibayangkan,” ujarnya yang aktif terus mensosialisasikan penanganan kusta di Kabupaten Bolmut.

Menurutnya, kusta itu penyakit menular, tapi sulit menular. “Mengapa, karena masa inkubasi kuman kusta itu 5-10 tahun untuk jadi penyakit kusta dan bisa muncul tanda-tanda kusta,” jelas pria asal Gorontalo ini.

“Tapi karena sistem imun bagus dan nutrisi terpenuhi, jadi kuman kusta akan mati, sebelum dia menjadi kuman kusta dan menjadikan orang itu menderita kusta,” tambahnya.

Disinggung, bagaimana sebenarnya kusta itu berada, penularannya itu dari microbaterium lepra. “Dia menular dari orang yang menderita kusta yang belum berobat,” ujarnya.

Sebelumnya, Penyakit kusta mungkin kurang asing ditelinga masyarakat. Terutama di Kabupaten Bolmut. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae.

Menyerang berbagai bagian tubuh diantaranya saraf dan kulit. Di Kabupaten Bolmut sendiri berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut ada 40 kasus kusta dalam dua tahun terakhir yaitu 2017 ada 24 kasus. Untuk tahun 2018 ada 16 kasus.

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut menyebutkan banyak kegiatan yang sudah dilakukan untuk menangani masalah kusta di Kabupaten Bolmut. Termasuk Bina Desa Sahabat Kusta (Bina Desaku). (fan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.