Desa ini Terapkan Tiga Jam Tanpa Gadget Bagi Remaja dan Anak

0
152
ilustrasi

KLIK24.ID — Guna mencegah kasus kekerasan melibatkan kalangan anak-anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), Sulut bekerja sama dengan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) terkait program pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih yang demokratis.

Menurut Kepala DP3A, Richlany Mamonto mengatakan, anak merupakan amanah Tuhan yang senantiasa harus kita jaga. Apalagi, dalam diri anak-anak melekat harkat dan martabat dan hak sebagai manusia yang harus di junjung tinggi. “Anak ada masa depan bangsa yg memiliki peran strategi dalam menentukan maju tidaknya suatu bangsa, oleh karena itu negara harus mampu memberikan jaminan pelaksanaan hak-hak anak,” tuturnya.

Dijelaskannya, remaja memiliki peran besar dalam mewujudkan keluarga sejahtera, sehingga perlu adanya pedoman pengasuhan cinta dan kasih sebagai acuan dalam upaya pendidikan karakter keluarga. “Hak kelangsungan hidup, hak partisipasi, hak sipil dan kebebasan serta jaminan atas perlindungan kekerasan dan diakriminasi, tumbuh kembang anak dan remaja memilki peran yang sangat besar dalam mewujudkan keluarga sejahtera, oleh karena itu perlu adanya pedoman pengasuhan cinta dan kasih sebagai acuan dalam upaya pendidikan karakter keluarga,” urainya.

Ia mengaku, perkembanhan teknologi saat ini sangat mengkuatirkan lantaran banyak menimbulkan pergeseran nilai luhur. “Penggunaan gadget yang tak terkendali pada anak-anak yang berakibat fatal pada proses tumbuh dan kembang anak. anak-anak jadi malas belajar, prestasi menurun, kesehatan terganggu bahkan berpengaruh pada prilaku baik anak. Hal ini perlu segera kita mengambil langkah untuk mengatasinya,” bebernya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menetapka Desa Sumber Rejo, Kecamatan Modayag sebagai desa percontohan dalam pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih. “Desa Pola asuh anak dan remaja dengan cinta kasih dan program dari jam 18.00 sampai jam 21.00 malam tanpa gadget. Program ini untuk menjadikan generasi emas yang mampu menghadapi tantangan di era globalisasi,” pungkasnya. (NDI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.