Tak Bertanggungjawab, Pemegang Kendis Tinggal Rangka Bakal Dapat Sanksi 

0
88
Rio Lombone

KLIK24.ID Dalam rangka membenahi permasalahan aset daerah, serta bagian dari tindak lanjut temuan hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maka, Pemkab Bolmong kembali melakukan penataan masalah aset.

Pasalnya, masih banyak didapati aset berupa Kendaraan Dinas (Kendis) dalam keadaan rusak parah alias tinggal kerangka. Parahnya lagi, masih ada kendaraan yang berada ditangan pensiunan maupun mantan pejabat yang belum mengembalikannya.

Mengetahui hal itu, Kepala Inspektorat Rio Lombone mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) tak segan-segan memberikan sanksi kepada oknum yang masih memegang kendis tersebut. Apalagi, kendis tersebut dalam keadaan tinggal kerangka. “ Iya, tentu akan diberikan sanksi kepada pemegang kendis yang saat ini dalam keadaan rusak parah. Pasti ada sanksi sesuai regulasi pengelolaan aset,” ungkap Rio, kemarin. Lanjutnya, masalah aset menjadi krusial bagi Pemkab Bolmong untuk memperbaikinya. Apalagi permintaan atau rekomendasi dari BPK untuk memperbaiki masalah aset yang selama ini menjadi catatan mereka. Untuk memperbaiki catatan tersebut kata Rio, Pemkab telah bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak lanjuti Kendis yang belum dikembalikan. “ Tapi, sejauh ini penataan masalah aset mulai membaik. Namun, yang belum mengembalikan kendaraan terutama yang rusak parah maka tak segan-segan akan diberikan sanksi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Fico Mokodompit melalui kabid aset Fanny Irawan Popitod mengatakan, saat ini sedang menyelusuri aset milik Pemkab Bolmong, sebagai tindak lanjut temuan BPK. Namun, kata Fanny, pihaknya menemukan sejumlah aset berupa Kendis yang masih tercatat, dan sudah tidak layak dipakai lagi (Tinggal kerangka). “Sedikitnya ada lima kendis yang sudah tidak layak dipakai,” tuturnya. (NDI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.