Pilgub Sulut, ODSK Cari Lawan

0
Franky Wongkar

KLIK24.ID – Duet Olly Dondokambey-Steven Kandouw, incumbent gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut), bakal kembali dipaketkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bertarung di Pemilihan gubernur (Pilgub) 2020 mendatang. Kepastian itu didapat, selain Olly tak jadi mengisi posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju, juga telah ada pernyataan resmi dari DPD PDIP Sulut. Sementara, Partai Nasional Demokrat (NasDem), cenderung menyimpan strategi politik dengan belum menyebutkan kandidat yang akan diusung.

Sekretaris DPD PDIP Sulut Franky Wongkar kepada Harian BOLMONG RAYA (Grup Klik24.id) mengatakan, dalam proses pengusulan kandidat calon Gubernur dan calon Waki Gubernur Sulut dalam Pilgub 2020 mendatang, PDIP memiliki mekanisme sendiri. Sebab, kata dia, ada salah satu pertimbangan untuk menentukan mekanisme pada tahap penjaringan calon, apakah dilakukan secara terbuka atau tertutup. “Jadi partai kita ada aturan, ada ketentuan soal mekanisme seleksi calon. Kemudian nanti kita akan koordinasikan lagi sistem yang akan kita lakukan dalam pilkada ini. Pada tahap penjaringan. Apakah kita akan lakukan terbuka atau tertutup itu nanti kita akan bicarakan lagi,” kata Franky, semalam.

Menurutnya, dalam tahapan proses penjaringan pihaknya memiliki kewenangan untuk melaksanakan seleksi secara tertutup. Karena, posisi PDIP saat ini memiliki tiket untuk mengusung calonnya sendiri. “Yang pasti calon dari PDIP kan sudah jelas ada ODSK. Yang sekarang ini masih Gubernur dan Wakil Gubernur. Nah, kita punya aturan main dalam partai, bahwa proses (Penjaringan) itu harus dilakukan. Nah itu bisa kita lakukan terbuka atau tertutup. Tinggal kita melihat mana yang paling baik untuk proses seleksi calon di penjaringan. Dalam aturan kita, kalau kia sudah mencapai 20 persen dalam pemilu, kita sudah berhak untuk mencalonkan calon kita dengan mekanisme tertutup. Itu ketentuan,” ujarnya.

Meski demikian, Franky melanjutkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan koalisi dengan partai lain yang ingin mendukung calon dari PDIP. “Ini kan masih proses mekanisme yang diatur oleh partai. Tapi untuk penetuan dan penetapan ada di DPP. Nanti DPP yang akan menetapkan,” tegas dia.

Terkait Pilgub, dimintai keterangan terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulut Vicktor Mailangkay mengatakan, untuk komposisi kandidat Cagub dan Cawagub dalam Partai NasDem, pihaknya membuka diri bagi siapa saja figur yang ingin menjadi kandidat calon lewat NasDem. Tapi, harus melalui survei ditengah-tengah masyarakat. “Sekarang ini sikap nasdem terbuka untuk semua figur. Bisa dari internal partai, bisa dari eksternal partai. Yang paling penting figur itu disukai oleh masyarakat. Itu prinsip dasar yang akan diusung oleh NasDem,” kata Vicktor.

Menurut Vicktor, selain terbuka untuk figur, pihaknya terbuka bagi partai politik lainnya yang ingin melakukan koalisi dengan NasDem. Selama, ada kesamaan kesepakatan antara masing-masing Parpol koalisi baik di NasDem maupun Parpol lain. “Terbuka untuk koalisi dengan siapapun. Sepanjang itu menguntungkan masyarakat dan menguntungkan sama-sama partai yang berkoalisi,” ujarnya. “Sampai hari ini (kemarin), NasDem belum menentukan figur siapa yang akan diusung. Karena ada tahapan yang harus ditempuh untuk itu. Siapapun terbuka untuk diusung oleh partai NasDem. Apakah dia dari partai politik dari dalam NasDem, apakah dia dari partai politik diluar NasDem ataukah dia figure yang tidak berpartai politik. Itu terbuka secara umum. Penentuan akhir siapa yang diusung setelah lewat proses termasuk proses survey, yang melakukan penetapannya ada di DPP NasDem,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kotamobagu Ishak Sugeha mengatakan, dalam kontestasi politik Pilgub Sulut, bukanlah hal yang tidak mungkin, untuk kembali mengusung figur yang memiliki tolak ukur di wilayah Sulut ini dan pengalaman dalam memimpin Sulut. Karena, Demokrat memiliki figur yang cukup mumpuni untuk diusung dalam kontestasi Pilgub. Namun, hal tersebut akan dibicarakan dulu internal partai Demokrat.

“Semua bisa terjadi. Tapi nanti akan dibicarakan pada saatnya. Demokrat akan mengusung figurnya. Kapan itu? Kita akan bicarakan dulu. Karena selesai dululah agenda politik nasional ini. Kita akan bicarakan dulu figur yang akan diusung nanti. Yang pasti demokrat akan berpartisipasi dalam Pilgub Sulut,” kata Ishak, kemarin.

Diketahui, Ishak merekomendasikan Purnawiran TNI Evert Ernest (EE) Mangindaan untuk diusung sebagai Cagub Sulut. Menurutnya, potensi mantan perwira tinggi militer tersebut untuk maju dalam kontestasi Pilgub sangat besar. Karena, mantan Gubernur Sulut periode 1995-2000 itu memiliki posisi yang sangat strategis untuk bisa menjadi kandidat dari Partai Demokrat. “Beliau (EE Mangindaan) hari ini selain dewan pembina adalah ketua DPD Sulut. Potensi kearah itu bisa terjadi. Tapi kalau bicara pilgub (Penetapan calon) itu sudah ranahnya DPP. Majelis tinggi DPP yang akan menetapkan itu. Nah kita yang ada dibawah menunggu apa arahan dari majelis tinggi DPP. Karena itu kewenangan masjelis tinggi DPP,” tandasnya. (mg41)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.