Pilgub Sulut, Berpeluang Tiga Kandidat

0

KLIK24.ID – Konstalasi politik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) pada pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 mendatang dipastikan akan semakin seru. Bagaiman tidak, ada peluang besar tiga poros akan tercipta pada Pilgub Sulut 2020 mendatang. Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) dipastikan akan tetap diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Selain itu, ada juga nama-nama dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang akan membendung PDIP di Pilgub yakni Vicky Lumentut Wali Kota Manado, Elly Lasut Bupati terpilih Kabupaten Talaud dan Vonnie Panambunan Bupati Minahasa Utara. Kemudian, dari Partai Golongan Karya yang saat ini hanya mampu melakukan koalisi dalam Pilgub dipastikan akan tetap mengusung calonnya pada Pilgub 2020 mendatang. Nama yang mencuat yakni Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan Tetty Paruntu. Selain nama-nama tersebut, baru-baru ini ada wacana salah satu figur yang cukup populis dan merupakan politisi senior E E Mangindaan digadang-gadang akan maju dalam bursa Pilgub Sulut.

Menurut pengamat politik Sulut Ferry Daud Liando, dalam pertarungan perebutan top eksekutif bumi nyiur melambai akan semakin menarik jika banyak figur-figur atau elit politik yang turun gelanggang untuk ikut bertarung. Karena, akan menjadi tantangan besar ketika semakin banyak kandidat yang maju dalam Pilgub. “Semakin banyak nama-nama yang dimunculkan sebagai calon kepala daerah akan semakin bagus. Artinya diskusi-diskusi publik dan media akan semakin menambah alternatif dan semakin membanding-bandingkan satu sama lain,” kata Ferry semalam.

Tapi, sambung Ferry, untuk mampu menakar siapa saja yang bisa menjadi figur unggulan dari seluruh kandidat yang digadang-gadang akan maju dalam bursa Pilgub harus menunggu waktu tepat. Karena, tahapan dimulainya Pilkada serentak baru saja akan digelar. “Namun untuk memastikan siapa yang menonjol dari calon-calon itu sepertinya jika dinilai saat ini masih terlalu dini. Ada sebuah momentum yang paling tepat untuk tiba saatnya publik mulai membangun simpati dan sikap dukungan. Momentum itu sepertinya baru akan terjadi ketika kepastian siapa calon sudah dipastikan yaitu pada saat penetapan calon oleh KPUD. Saat itu sudah jelas siapa di usung parpol siapa dan siapa calon kepala daerah berpasangan dengan calon wakil kepala daerah. Disaat itu secara deskriptif sudah ada pandangan awal siapa yang bisa dominan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk salah satu kandidat yakni E E Mangindaan yang digadang-gadang akan maju dalam Pilgub, pihaknya pesimis mantan Gubernur Sulut tersebut akan maju. Karena, beliau pasti bisa memahami konstalasi politik yang ada di Bumi Nyiur Melambai ini. “Namun saya kurang yakin kalau Pak Mangindaan akan maju lagi. Beliau itu politisi senior. Beliau sudah bisa tahu membaca apakah beliau masih pantas atau tidak. Sebab politik itu juga mengenal momentum. Artinya peluang seseorang politisi sangat ditentukan juga oleh momentum,” pungkas Dosen Universitas Sam Ratulangi tersebut.(mg41)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.