ODSK Berpotensi Lawan Kotak Kosong

0
Olly Dondokambey-Steven Kandouw

KLIK24.ID – Kepastian ikut sertanya Olly Dondokambey, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut), pada kontestasi Pemilihan gubernur (Pilgub), mengubah sejumlah skenario politik. Setelah sebelumnya, PDIP digadang-gadang akan merekrut calon wakil gubernur (Cawagub) dari Bolaang Mongondow Raya (BMR), karena mengantisipasi Olly diangkat menteri, kini kabar diperoleh HARIAN BOLMONG RAYA (grup Klik24.id), skenario menciptakan pasangan ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw), pasangan incumbent, melawan kotak kosong di Pilgub, mengemuka.

Sumber HARIAN BOLMONG RAYA mengatakan, potensi ODSK melawan kotak kosong, sangat terbuka. Mengingat, pascapenetapan Kabinet Indonesia Maju, OD yang batal diakomodir menteri, tentu akan mengincar kemenangan pada Pilgub mendatang. “Informasinya akan dirancang seperti itu, sehingga memuluskan ODSK meraih kemenangan kedua. Namun, konstalasi politik bisa berubah jika Nasdem mengusung calon sendiri,” ujar sumber kemarin.

Sumber menjelaskan, PDIP lawan kotak kosong pernah terjadi di Pilkada di Minahasa Tenggara, dimana saat itu PDIP mengusung pasangan James Sumendap-Jocke Legi. Pun, pada Pilkada itu, James Sumendap-Jocke Legi berhasil mengalahkan kotak kosong dan James meraih kemenangan untuk kepemimpinan di periode kedua di kabupaten itu. “Semua kemungkinan bisa terjadi,” ujar dia.

http://klik24.id/2019/10/pilgub-sulut-odsk-cari-lawan/

Pengamat politik Sulut Ferry Daud Liando dimintai tanggapan terkait adanya skenario kotak kosong, Ferry mengatakan, sepanjang belum ada kepastian kandidat yang akan maju dalam kontestasi Pilgub pada Pilkada serentak 2020 mendatang, yang memiliki potensi untuk menang tetaplah ODSK. “Sepanjang belum ada kepastian soal siapa figur-figur lain yang akan bertarung maka secara otomatis bakal calon yang dianggap terkuat adalah Pak OD dan Pak SK,” kata Ferry, semalam.

Menurutnya, ketika ada lawan politik dari pasangan ODSK yang memang telah siap dan sudah menyatakan sikap untuk bertarung melawan pasangan tersebut, pada saat itulah kekuatan politik dari masing-masing pasangan bisa dilihat. “Dari keberadaan lawan inilah maka secara objektif kekuatan Pak OD dan Pak SK terukur. Jadi sangat wajar jika selama ini sebagian besar masyarakat menilai bahwa kedua figur ini masih bisa diharapkan,” sambung dosen Universitas Sam Ratulangi Manado tersebut.

Apalagi, tambah Ferry, sejauh ini baru PDIP yang gencar menggaungkan pasangan ODSK akan kembali diusung pada Pilgub 2020 mendatang. “Jika melihat keberadaan parpol-parpol di Sulut memang sepertinya baru PDIP yang paling siap. Parpol yang lain masih amat sulit menyeimbangi. Sebagian masih sedang berkonsolidasi akibat konflik internal. Sebagian masih menjajaki parpol-parpol lain untuk berkoalisi dan sebagian parpol lain masih memikirkan soal siapa calon yang hendak di usung,” jelas Ferry.

Dikatakannya, diusungnya kembali pasangan ODSK oleh PDIP merupakan salah satu tanda warning bagi para lawan politik. Karena, untuk memenangkan kembali top eksekutif di Sulut tersebut, ODSK merupakan senjata kuat untuk mengalahkan semua lawan politik. “Ini menjadi tantangan parpol-parpol lain menghadapi pilkada 2020 nanti. Namun demikian politik selalu berjalan dinamis. Kekuatan yang tampak hari ini sangat memungkinkan berubah pada saat mendekati pencoblosan nanti,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya isu NasDem akan mengusung pasangan ODSK dalam Pilgub mendatang, Sekretaris NasDem Sulut Vicktor Mailangkay enggan memberikan komentar. Menurutnya, yang berwenang memberikan tanggapan terkait hal tersebut adalah Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Sulut Felly Runtuwene. “Bolehkah hal ini ditanyakan ke Kompemwil Ibu Felly?” tandasnya.(mg41)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.