Membandingkan Shin Tae-yong dan Luis Milla

0
Luis Milla dan Shing Tae-yong

Pengalaman Shin Tae-yong:

  1. Membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia 2010.
  2. Di kompetisi paling elite Asia, Shing Tae-yong, menyumbang gelar kedua buat klub yang sekarang bernama Seongnam FC itu di Liga Champions Asia
  3. Sebagai juara Liga Champions Asia ketika itu, Seongnam lantas berhak bermain di Piala Dunia Klub 2010. Hasilnya Seongnam di bawah Shing Tae-yong mampu menembus peringkat keempat. Di bawah Inter, TP Mazembe, dan Internacional.
  4. Shing Tae-yong juga pernah tercatat sebagai pelatih Timnas U-23 Korea Selatan. Membawa Korea Selatan melangkah sampai perempat final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
  5. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah meloloskan Korea Selatan ke Piala Dunia 2018. Di Piala Dunia 2018, Korea Selatan yang masih dipimpin Shin Tae-yong mampu mengalahkan juara bertahan, Jerman.

KLIK24.ID – Shin Tae-yong sudah disebut masuk dalam kandidat pelatih Timnas Indonesia pengganti Simon McMenemy. Nantinya pelatih timnas senior juga direncanakan mengawal perjalanan Timnas U-20 Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2021.

Lalu apa saja modal prestasi yang dimiliki Shin Tae-yong sampai membuat PSSI tertarik mendatangkan pelatih asal Korea Selatan itu? Untuk bersaing dengan kandidat lainnya, yaitu Luis Milla. Modal pertama adalah catatan Shin Tae-yong membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia 2010. Di kompetisi paling elite Asia itu, Shing Tae-yong, menyumbang gelar kedua buat klub yang sekarang bernama Seongnam FC itu di Liga Champions Asia.

Sebagai juara Liga Champions Asia ketika itu, Seongnam lantas berhak bermain di Piala Dunia Klub 2010. Hasilnya Seongnam di bawah Shing Tae-yong mampu menembus peringkat keempat. Di bawah Inter, TP Mazembe, dan Internacional. Shing Tae-yong juga pernah tercatat sebagai pelatih Timnas U-23 Korea Selatan. Ketika itu catatan prestasinya adalah membawa Korea Selatan melangkah sampai perempat final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Tapi prestasi terbaiknya sejauh ini adalah meloloskan Korea Selatan ke Piala Dunia 2018. Saat itu dalam kualifikasi yang tinggal menyisakan beberapa pertandingan, Shin Tae-yong, menggantikan Uli Stielike yang dipecat. Akhirnya Korea Selatan mampu lolos ke Piala Dunia 2018. Di Piala Dunia 2018, Korea Selatan yang masih dipimpin Shin Tae-yong mampu mengalahkan juara bertahan, Jerman.

Sementara pelatih berkebangsaan Spanyol Luis Milla taka sing lagi bagi pecinta bola di tanah air. Lalu, apa saja yang menjadi prestasi Milla sebagai pelatih?

  1. Pelatih Juara Piala Eropa bersama Spanyol U-21

Luis Milla punya prestasi gemilang di level usia muda. Sebelum menjabat sebagai pelatih Spanyol U-21 tahun 2011, Milla melatih tim Spanyol U-19. Pencapaiannya pun tergolong bagus di level U-19. Sebuah gelar runner-up Piala Eropa U-19 ia persembahkan untuk Tim Matador.

Prestasi besar terjadi saat dirinya menjadi pelatih timnas Spanyol U-21 tahun 2011. Ia mampu membawa Matador Muda meraih gelar juara setelah di final mengalahkan Swiss 2-0, melalui gol dari Thiago Alcantara dan Ander Herrera.

  1. Pencipta Bintang Sepak Bola Spanyol

Gelar juara Piala Eropa U-21, menjadi bukti bagaimana pelatih berusia 50 tahun itu piawai menciptakan pemain bintang. Lihat saja bagaimana skuat Spanyol U-21 yang ia bawa juara. Skuat tersebut berisi pemain muda yang di masa kini menjadi motor klub-klub besar Eropa. Milla berhasil mengorbitkan para pemain muda Spanyol tersebut menjadi pemain kelas dunia.

Sebut saja David de Gea, Cesar Azpilicueta, Javi Martinez, Thiago Alcantara, Ander Herrera hingga Juan Mata, pernah merasakan tempaan Milla di Spanyol U-21. Kini mereka merasakan hasil dari tempaan Milla dengan menjadi pemain besar dunia.

  1. Sukses sebagai Pemain

Bagi generasi 1990-an, nama Milla cukup dikenal sebagai pesepak bola yang sukses. Dirinya cukup piawai menerapkan sepak bola simpel sebagai gelandang bertahan di Barcelona, Real Madrid, dan Valencia. Di Barcelona, Milla merasakan gelar juara Piala Winners 1988-89. Lalu ia juga pernah merasakan gelar juara La Liga Spanyol pada 1985-85, plus Piala Raja Spanyol 1989-90.

Setelah enam tahun bermain di Camp Nou, Milla hijrah ke rival abadi Barcelona, yakni Real Madrid. Torehan Milla juga cukup mentereng di Los Blancos, dengan meraih dua gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, dan satu gelar Piala Raja. Bersama Real Madrid, Milla cukup sering bermain sebelum akhirnya ia harus rela kehilangan tempat di tim inti seiring kehadiran Fernando Redondo. Bersama Los Merengues, ia meraih dua gelar La Liga, satu gelar Piala Raja, dan dua gelar Piala Super Spanyol.

Setelah kehilangan tempat di Madrid akibat hadirnya Fernando Redondo tahun 1997, Milla hengkang ke Valencia selama empat musim. Di El Che, Milla mampu mempersembahkan gelar Piala Raja Spanyon, dan Piala Super Spanyol.(*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.