Dukung BOS untuk Kesejahteraan Guru Honorer

0
Rastono Sumardi

KLIK24.ID — Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menaikkan besaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) 2020 ini. Bahkan, bukan hanya menaikkan besaran dana BOS, Mendikbud juga memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk mengelola besaran dana BOS saat ini, untuk peningkatan kesejahteraan tenaga honorer hingga 50%, dari besaran dana BOS sekolah tersebut.

Sekretaris Disdik Pemkot Kotamobagu, Rastono Sumardi mengatakan, besaran dana BOS yang diberikan oleh Mendikbud adalah sampai batasan maksimal. Artinya dalam tata kelola dana bos untuk pembayaran gaji tenaga honorer bisa mencapai nilai tertinggi sekira 50%. “Artinya disitu ruangnya maksimal sampai dengan 50%. Bisa mencapai nilai tertinggi. Kalau dulukan hanya 15% kalau tidak salah,” kata Rastono.

Menurutnya, apa yang menjadi keputusan dari Mendikbud adalah keputusan tepat. Karena, selama ini pengelolaan dana BOS untuk pembayaran gaji tenaga honorer, selalu terbentur dengan aturan yang ada. “Mungkin beliau berpikir banyak kekurangan guru di lapangan. Artinya diberikan ruang bagi mereka yang kekurangan guru. Tidak terbentur dengan regulasi. Artinya memberikan fleksibilitas. Apalagi daerah pedalaman itu guru PNS hanya sedikit, kemudian untuk melakukan pembayaran melalui dana BOS tidak bisa. Itu yang menjadi masalah. Dalam situasi tertentu masih fleksibel. Karena termasuk di pedalaman yang kekurangan guru. Ada uangnya tapi tidak bisa digunakan, ini juga menjadi buah simalakama,” jelasnya.

Ia mengaku mendukung penuh kebijakan dari Mendikbud Nadiem Makarim dalam memberikan keleluasaan terhadap sekolah mengelola dana BOS. “Sebelumnya juga boleh menganggarkan biaya personil (Biaya tenaga honorer guru). Tapi dibatasi kecil. Bahkan swastanya itu dibatasi sangat kecil. Padahal dari segi kebutuhan guru mereka yang paling membutuhkan tenaga guru,” tuturnya.

Ia berharap, keputusan Mendikbud Nadiem Makarim dalam dengan menaikkan besaran dana BOS dan fleksibilitas dalam tata kelolanya, bisa meningkatkan kesejahteraan tenaga guru dan kependidikan. Supaya, visinya merdeka dalam belajar bisa berjalan maksimal dan sesuai rencana.

“BOS juga naik. SD dari Rp800.000 jadi Rp900.000, SMP Rp1 juta jadi Rp1.100.000 dan SMA dari Rp1.400.000 jadi Rp1.500.000. Sebelumnya itu Rp13 miliar. Jadi kalau misalnya ada peningkatan seperti itu perkiraannya sampai Rp15 miliar,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.