Hasan Ginoga Warga Otam Relakan Tanah dan Rumah untuk Kepentingan Umum

0
IKHLAS: Pembongkaran rumah Hasan Ginoga, warga Otam (Induk), yang rela tanah dan rumahnya untuk pembuatan jalan. (f-joko prasojo)

KLIK24.ID – Hasan Ginoga, warga Otam Kecamatan Passi Barat patut dicontoh warga lain. Apa yang dilakukan sungguh luar biasa. Hasan merelakan rumah yang berukuran 5 x 6 meter dan tanah 10 x 20 meter untuk dipakai kepentingan umum, yaitu pembuatan jalan lingkar Desa otam, dimana jalan itu sangat diidam-idamkan warga Otam dan sekitarnya.

Hasan mengaku ikhlas rumah berserta pekarangan dipakai untuk pembuatan jalan alternatif desa. “Bagi saya, rumah tidak hanya bernilai materi saja tetapi juga punya nilai sejarah atau kenangan, disitulah suka dan duka kami sekeluarga berada. Namun demikian saya dan keluarga mengiklaskan kenangan yang ada dirumah itu, demi untuk kepentingan masyarakat Desa Otam,” katanya penuh bangga.

Sangadi Otam Rusli Manggalupang, mengungkapkan walaupun rumah dan pekarangan Hasan diganti dengan pembuatan baru lebih besar dan permanen, namun dirinya sebagai pemerintah dan juga mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Hasan. “Saat ini sulit dijumpai warga seperti beliau, yang mau mengiklhaskan rumah dan pekarangan yang penuh sejarah untuk kepentingan masyarakat. Kalau ada, mereka minta ganti rugi yang cukup besar, apalagi rumahnya terletak di jalan utama,” ungkapnya.

Lanjut Rusli, dirinyapun juga mengucapkan terimakasih kepada warga Otam yang lain terutama warga yang telah menghibahkan tanahnya untuk mengganti tanah Pak Hasan, sehingga bisa membantu mempercepat pembangunan jalan alternatif Desa Otam. Pembuatan jalan lingkar Desa Otam (Alternatif) murni swadaya masyarakat, tidak memakai dana desa terutama untuk ganti rugi lahan. Mereka bergotong royong baik dalam bentuk uang, tanah, kayu, dan makanan untuk mewujudkan jalan yang mereka diimpikan. “Tenaga yang dipakai dalam pembuatan rumah sebagai pengganti rumah bapak Hasan dilakukan oleh para aparat,” ucapnya.

Menurutnya, jalan ini sudah direncanakan delapan tahun yang lalu, tetapi baru tahun ini terealisasi. “Ada proses negosiasi, menjelaskan kepada yang semua pihak betapa pentingnya jalan alternatif ini, dan Alhamdulillah akhirnya terwujud,” tuturnya.

Sangadi menambahkan panjang jalan lingkar Otam 250 meter dengan lebar badan jalan lima meter dan sudah dilengkapi drainase. “Dalam membuat jalan desa ini kami mengikuti petunjuk tehnis pembuatan jalan desa, yaitu geometris jalan sudah disesuaikan syarat tehnis jalan, lokasinya masih dimungkinkan adanya pelabaran walaupun sesungguhnya sudah cukup lebar, dan sistim drainase tidak akan merusak lingkungan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Tazkir Adampe, warga Desa Otam menyambut baik adanya jalan alternatif. “Jalan alternatif sudah lama kami dambakan, pembebasan lahan merupakan swadaya masyarakat, tetapi dalam pembuatan, yaitu pengerasan maupun pengaspalan bisa di danai dana desa,” ungkap Tim Inovasi Kecamatan Passi Barat yang juga warga Otam.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.