Lagi, PETI Bakan Kembali Renggut Nyawa

0
ilustrasi

KLIK24.ID – Untuk kesekian kalinya, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, kembali merenggut nyawa. Meski upaya pencegahan dalam bentuk himbauan lisan maupun tulisan namun para penambang tidak mengindahkan imbauan tersebut. Justru mereka tetap melakukan aktivitas untuk mengambil material emas di lokasi yang sudah memakan banyak korban.

Alhasil, sekitar pukul 13.30 Wita, dua penambang asal Bakan yakni BM alias Bisman (42) dan JP alias Jolang (48) tertimpa longsoran tebing gunung di lokasi tambang milik Arpan alias AMP, Selasa (26/11). Kedua korban itu sempat dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu untuk dilakukan perawatan. Namun, nasib nass menimpa JP alias Jolang. Ia dinyatakan tewas pukul 14.45 Wita. Sementara BM alias Bisman mengalami luka-luka dan patah kaki sebelah kanan. Untuk saat ini BM masih dalam perawatan medis.

Informasi yang diperoleh, sekitar pukul 11.00 Wita BM dan JP mengambil (kalikit) material emas. Saat keduanya sedang mengambil bebatuan emas dibagian dinding gunung, tiba-tiba suara retak berbunyi di atas gunung. Selang beberapa menit kemudian, terjadi longsoran yang mengakibatkan kedua orang tersebut tidak bisa menghindar. Alhasil, kedua korban tersebut tertimpa longsoran bebatuan. “Memang sempat kami imbaukan untuk jangan ke tebing. Tapi ya begitu. Kami pun langsung membantu mengeluarkan mereka dari reruntuhan bebatuan. Setelah melihat kondisi tubuh mereka yang kritis, maka upaya yang dilakukan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar salah satu penambang yang berada disekitar lokasi kejadian.

Humas Polres Kotamobagu Iptu Rusman M Saleh mengatakan, penyebab terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka, karena tidak mengindahkan Larangan dan himbauan Petugas untuk tidak memasuki lokasi PETI, saat kejadian cuaca di lokasi PETI Bakan dalam keadaan hujan deras, dan cukup menyulitkan dan membahayakan melakukan Evakuasi. “Sudah diupayakan pencegahan dalam bentuk himbauan lisan maupun tulisan di sekitar lokasi tambang Desa Bakan, serta upaya petugas untuk mencegah dan melarang masuknya penambang Liar dilokasi, namun para penambang tidak mengindahkan himbauan tersebut dan diduga masuk lokasi tambang melalui jalan alternatif yang tidak di Jaga oleh petugas, dan masih tetap mengambil material emas dilokasi PETI,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.