Akhir 2019, (Baru) 1 Kasus Korupsi Tahap Lidik

0
Dasplin SH MM

KLIK24.ID –  Sepanjang tahun 2019  kasus penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) menjadi sasarn Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu (Kejari). Dari sejumlah laporan masyarakat, 1 Desa di Kotamobagu masuk dalam tahap penyelidikan hingga saat ini. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kotamobagu Imron Mashadi SH MH menjelaskan, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sepanjang tahun 2019 yang terindikasi penyalahgunaan Dandes berada di Desa Bungkok, Kecamatan Kotamobagu Selatan. “Kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat, yang kemudian oleh Kejari Kotamobagu melakukan tahap penyelidikan,” jelas Imron.

Lebih lanjut, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, untuk jumlah kerugian negara belum bisa dipastikan. “Karena ini masih indikasi penyalahgunaan Dandes, sehingga belum dipastikan besaran kerugiannya,’ tambah Mashadi.

Menurutnya, bagi pelaku Tipikor dijerat Pasal 2 Undang-undang tipikor yakni Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah. Juga bisa dikenakkan pasal 3 Undang-undang Tipikor yang menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau  orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit  50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar. “Ada sejumlah laporan masyarakat BMR terkait penyalahgunaan Dandes yang disampaikan secara langsung kepada pihak Kejari, namun pihak Kejari menunggu data terkait laporan masyarakat. Pelapor juga harus melengkapi data-data terkait laporan, sehingga berdasarkan data yang ada, kejari melakukan tindak lanjut kasus. Tahun ini hanya 1 kasus yang telah dilaporkan dan terindikasi penyalahgunaan Dandes,” tutupnya. (tes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.