Syahrial Kolopita, Honorer 16 Tahun, Enjoy Nikmati Pekerjaan

0
Syahrial di atas truk sampah, usai menjalani tugas sebagai pengangkut sampah di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) (f/aln)

Laporan: Allan Pontoh, Kotamobagu

KLIK24.ID – Pegawai honorer yang telah mengabdi selama 16 tahun menjalani pekerjaan di Dinas Kebersihan, namun selama menjalankan pekerjaan tidak pernah mengeluh dan merasa berat.

Syahrial Kolopita (55) asal Desa Otam, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow, kepada HARIAN BOLMONG RAYA sempat meluangkan waktu untuk bercetita sedikit kisah hidupnya yang memotivasi. Kata dia, sejak menjalani pekerjaan sebagai seorang honorer petugas kebersihan, ada pengalaman-pengalaman menakjubkan.
Menurutnya awal menjalankan pekerjaan, waktu itu masih masa Pemerintahan Bolmong Bupati Marlina Moha Siahaan, Ia mulai bekerja sebagai seorang honorer selama lima tahun bahkan gaji yang ditera saat itu sebesar Rp150 ribu per bulan, kemudian naik Rp300-500ribu.

Setelah Bolmong terjadi pemekaran empat kabupaten dan satu kota, Dirinya masuk sebagai petugas kebersihan yang saat itu masih di Dinas Tata Kota (Distakot) Kotamobagu sampai sekarang di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan gaji yang didapat kini Rp2juta per bulan. “Jadi kalau dihitung saya menjalani pekerjaan sebagai honorer sudah berjalan 16 tahun, jadi sudah banyak makan garam,” ujar Syahrial seraya tersenyum.
Ia pun mengungkapkan, selama menjalani pekerjaan di Dinas Kebersihan, Dirinya selalu menikmati pekerjaan meski profesinya hanyalah seorang supir angkutan sampah. Padahal jika dilihat pekerjaan yang dijalani setiap hari cukup memakan waktu yang panjang. Bagaimana tidak, dirinya yang tinggal di Desa Otam harus masuk kerja pukul 05.00 pagi, sehingga Ia bersama teman-teman yang lain harus berangkat lebih cepat agar tiba tepat waktu. “Kami harus berangkat dari rumah ke tempat kerja berkisar pukul 04.30, agar tidak terlambat,” terangnya.

Syahrial yang memiliki tiga orang anak dan tiga cucu ini mengaku, meski pekerjaan yang dikerjakan hampir sembilan jam perhari, namun dirinya tetap menikmati, walaupun hanya seorang supir angkutan sampah. “Saya menjalan pekerjaan ini, memang saya nikmati. Mungkin karena nasib saya memang disini sebagai petugas kebersihan,” ungkap Papa Wiwi sapaan akrabnya.

Dirinya bersama teman-teman se profesi berharap agar pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan mereka, mengingat pekerjaan yang mereka jalani cukup beresiko karena setiap hari harus berhubungan dengan sampah, dan masyarakat lain belum bangun mereka sudah berada dijalan mengangkut sampah. “Kalau bisa, kami meminta ada kenaikan pembayaran upah meski naiknya sedikit,” pintanya.
Mereka berharap agar kesejahteraan sebagai petugas kebersihan untuk diperhatikan, dan selalu tepat waktu dalam pembayaran gaji, karena mereka tidak ada kerjaan sampingan selain hanyalah petugas kebersihan,” tutup Syahrial. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.