Sedekah Umroh Seribu Perhari, Warga Kopandakan I Umrohkan Imam Masjid

    0
    IBADAH: Pelepasan Imam Masjid (dua dari kanan) untuk melaksanakan umroh. (f-joko prasojo)

    Apa yang dilakukan warga Kopandakan Satu patut ditiru. Warga bergotong royong melalui gerakan sedekah Umroh seribu perhari.

    Laporan: Joko Prasojo, Kopandakan

    Melalui gerakan ini, warga Kopandakan Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan mampu memberangkatkan Imam Masjid Alhuda Ansari Limbanadi, untuk melaksanakan umroh di tanah suci. Salah satu admin, Achi Toligaga, mengatakan dana terkumpul sebagai biaya untuk pemberangkatan berasal dari gotong royong warga Kopandakan satu melalui gerakan sedekah umroh seribu per hari. Hasil sedekah dikumpulkan mencapai Rp30 juta sebagai biaya umroh. “Anggota sebagai donatur tetap pada gerakan ini sekarang berjumlah lebih dari 100 orang. Mereka menyetor secara tunai maupun transfer. Panitia tidak melakukan penagihan pada donatur, karena ini sifatnya sedekah, jadi sukarela,” tuturnya.

    Achi menambahkan segala sesuatu, baik itu saat mendaftar, paspor, tiket, akomodasi, semua tim yang mengurusnya. Kami belum membentuk kepengurusan dalam gerakan sedekah umroh seribu. “Kami belum ada ketua, sekertaris, atau bendahara, tetapi sebagai pencetus pertama gerakan ini adalah Ibu Nuning, Ibu Vinna Tubuon, dan Ibu Sherly Mopobela. Kami berempat lebih senang menyebut dengan sebutan admin,” ungkapnya.

    Achi menceritakan, ide awal kegiatan ini adalah Nuning Tangkunu, berawal keikutsertaan dalam gerakan Pola Pertolongan Allah (PPA). “Awalnya Pak Imam mau diikutkan pada program itu( PPA), karena antre untuk umroh lama ( skala nasional), maka kami sepakat untuk membuat kegiatan ini dalam skala yang lebih kecil, yaitu desa saja. Agar umrohnya cepat terealisasi,” ceritanya.

    “Dipilihnya Pak Ansari Limbanadi untuk diberangkatkan ke tanah suci, karena Beliau merupakan Imam Utama (Imam Desa) Masjid Alhuda. Beliau hari ini akan dilepas setelah Jumatan, ” imbuhnya.

    Sekretaris Pemerintah (sekkot) Sande Dondo, dalam sambutannya mengatakan gerakan sedekah umroh seribu perhari merupakan kegiatan mulia dan pertama kali di Kotamobagu bahkan di BMR. “Memang sudah banyak program memberangkatkan umroh para Imam, tapi sifatnya masih perorangan, perusahaan atau program dari pemerintah. Kalau secara gotong royong oleh warga, sepengetahuan saya, ini baru pertama kali, dan patut ditiru desa lain,” katanya.

    Lanjut Sande, program ini merupakan program inovasi dalam bidang keagamaan yang dibuat secara gotong royong, dampaknya selain menguntungkan pihak yang diberangkatkan, juga bisa membangkitkan budaya sedekah bagi warga masyarakat. “Budaya berbagi, budaya sedekah harus kita galakkan, agar kita bisa membantu menolong sesasa,” tuturnya.

    Sementara itu Sangadi Kopandakan, Muslim Tungkagi, mengungkapkan dirinya sangat bersykur warganya mempunyai ide yang sangat mulia. Dan program ini sangat membantu pemerintah terutan dalam peningkatan rasa Iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Kedepannya kegiatan ini bisa diikuti warga Kopandakan satu yang lain, agar kita bisa memberangkatkan para imam dan pegawai syar’i tanpa harus menunggu antrian,” ungkap Muslim.

    “Gerakan sedekah umroh seribu per hari bisa menciptakan kemandirian desa. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan desa, yaitu menciptakan desa yang mendiri, terutama di bidang keagamaan,” tandasnya.(*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.