Mengenang Hj. Erna Rachmini Damopolii, SH MH, Pencipta Tari Kabela dan Tari Kalibombang

    0
    Hj. Erna Rachmini Damopolii, SH MH

    BUMI Totabuan kembali kehilangan sosok penting dalam dunia seni dan budaya. Kamis (24/10), tepatnya di Salatiga Provinsi Jawa Tengah, Ny Hj Erna Rachmini Damopolii SH MH, wanita yang sangat berjasa dalam menciptakan tarian adat Bolaang Mongondow, dipanggil oleh Sang Khalik.

    Laporan: Gandi Lambe, Kotamobagu

    (Almarhumah) Hj Erna Damopolii, semasa mudanya sangat berkeinginan menjadi penegak hukum. Lulus di sekolah Hakim Jaksa tahun 1958 di Makassar, dia memilih memulai karir profesionalnya dengan magang di Kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Saat mengabdi di markas Korps Adhyaksa itulah, dia menekuni dunia seni tari daerah. Karena kegigihannya serta didukung dengan bakat yang sudah tertanam, tepat pada tahun 1967, Hj Erna Damopolii sukses menciptakan tarian adat, yang saat ini menjadi aset budaya masyarakat Bolaang Mongondow Raya, Tari Kabela dan Tari Kalibombang.

    Berkat jasa tersebut, wanita kelahiran 12 Maret 1941 ini diberi penghargaan oleh pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (belum pemekaran menjadi 4 Kabupaten, 1 Kota) sebagai pencipta tarian adat Bolaang Mongondow, di era Bupati Muda Mokoginta dan Bupati Marlina Moha Siahaan.

    Adiknya, Hi Djuhardi Damopolii SH kepada Harian Bolmong Raya mengisahkan, di mata keluarga pribadi Erna merupakan sosok yang sangat disegani, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja. Dia adalah pribadi yang profesional dan sangat teguh dengan pendirian.

    Di akhir 1960-an Hj Erna Damopolii menikah dengan pria asal Jawa Tengah, Letkol (purn) Imam Moertjipto, yang saat itu bertugas sebagai Oditur Militer di Manado. Pasca menikah, dia memilih untuk ikut suami. Dari Manado hingga ke Jawa Tengah. Di tanah kelahiran suaminya lah, dia memperoleh karir yang cemerlang.

    Hj Erna Damopolii sempat beberapa kali pindah tugas di Pengadilan Negeri. Mulai dari Pengadilan Negeri Salatiga, Pengadilan Negeri Brebes, hingga pada akhirnya tahun 2001 diapun purna tugas, dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Pengadilan Negeri Pemalang, Jawa Tengah.

    Djuhardi menyebutkan, Erna bersama suami mempunyai empat orang anak, sepasang anak perempuan dan sepasang laki-laki. Uniknya, karena rasa cintanya terhadap tanah kelahiran, nama ke empat anaknya tersebut, disisipkan kata yang menunjukkan identitas orang asli Suku Mongondow. “Nama anak pertama, Sari Fatimah Bigawati SH, kemudian Drs Nurur Boganisukma, yang ke tiga Sri Rachmini Boganiwati SE MAcc, dan bungsu Ali Murtadho Boganiputra. Anak ke dua dan bungsu, juga sudah meninggal,” ujar Djuhardi, Selasa (29/10).

    Kini, berkat jasanya tersebut, masyarakat adat Bolaang Mongondow Raya bisa memiliki tarian khas daerah, yang sering diperagakan saat penjemputan tamu pada pembukaan acara resmi. Seperti acara pemerintah, pesta perkawinan, dan berbagai even resmi lainnya.(*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.