Pencairan Dandes Tahap Satu Bolmut Terbanyak Desa di Sulut

0
kompak wakil Bupati Bolmut Amin Lasena, kadis PMD Bolmut Fadly Usup, Camat se Kabupaten Bolmut. (F: Facebook Salim Eato)
KLIK24.ID- Wakil Bupati (Wabup) Amin Lasena menghadiri rapat kerja percepatan penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa (Dandes) tahun 2020 di ruang Mapaluse, kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa hari ini.
Rapat kerja ini diadakan Oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (Kemendes) dan dihadiri
Kepala Daerah (Kada), Kadis PMD, Kejari, Polres hingga Camat se Sulut.
Kepala Dinas (Kadis) PMD Bolmut Fadly Usup mengatakan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) di wakili oleh direktur bina keuangan desa kemendagri telah menyampaikan  dana desa yang jumlahnya mencapai Rp72 triliun rupiah harus secepatnya diterima oleh desa. “Oleh karena itu, pemerintah memutuskan mekanisme pencairannya kini  langsung ke rekening desa,”jelasnya.
“Perubahan pencairan dana desa ini agar tidak ada lagi hambatan birokrasi. Namun untuk pelaksanaannya harus benar-benar diawasi agar tepat sasaran untuk membangun desa sesuai dengan kebutuhan dan  potensi masing-masing desa. Sehingga  kemudian dana desa  ini bisa berputar. Masyarakat juga akhirnya dapat menikmati. Bukan perangkat atau kepala desanya saja,”imbaunya.
Untuk mekanisme pelaksanaannya akan dibentuk tim tim yaitu  dari Kemendagri, Kemenkeu dan Kemendes. “Karena tiga kementerian ini yang terkait erat dengan dana desa. Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab dalam penyerahan uang ke desa. Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi bertanggung jawab dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa tersebut,”jelasnya.
Sedangkan Kemendagri bertanggung jawab dalam pembinaan perangkat desa dengan melibatkan Camat. “Bupati dan Gubernur dalam mekanisme pengawasannya,”tuturnya.
Lanjut Usup, kementerian keuangan yang diwakili oleh direktur jenderal perimbangan keuangan, dirjen perbendaharaan provinsi Sulut,
untuk tahun ini penyaluran dana desa lebih besar di tahap pertama, yakni 40 persen dari sebelumnya 20 persen. “Tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. Bagi desa berkinerja baik, pemerintah memberikan reward penyaluran dana dengan proporsi 60 persen di tahap I dan 40 persen di tahap II. Menurutnya, di satu sisi hal tersebut adalah percepatan, namun di sisi lain kepala desa diharuskan memiliki perencanaan yang baik,”jelas mantan Camat Bolangitang Barat ini.
Lanjut Usup, menyampaikan BPKP akan menyiapkan aplikasi siskeudes aplikasi untuk pengawasan dana desa yang digunakan untuk monitoring pengelolaan dana desa. “Aplikasi ini di dikelola oleh Inspektorat Kabupaten dengan melibatkan Camat dan Kepala Desa,”ujarnya.
“Dalam pertemuan ini Kabupaten Bolmut dan Bolsel di apresiasi oleh Kementerian keuangan karena Bolmut 9 Desa dan Bolsel 5 Desa cair lebih awal tercepat di sulut untuk penyaluran dandes tahun 2020,”ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.