Steven–Yasti Kuat

0
Ferry Daud Liando

KLIK24.ID — Suhu politik dibumi Nyiur Melambai bahkan di Bolaang Mongondow Raya (BMR) akan semakin memanas. Bagaimana tidak, pasca pernyataan yang dilontarkan oleh Bupati Bolaang Mongondow Yasti Supredjo Mokoagow (YSM) keluar dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), top ekskutif Bomong tersebut mulai digodok untuk berpasangan dengan Steven Kandouw dalam kontestasi politik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2020 mendatang.

Menurut pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut) Ferry Daud Liando, jika kedua kandidat tersebut berpasangan, akan sangat berpengaruh pada peta politik di Sulut. Dimana, kedua kandidat ini, bisa mewakili masyarakat BMR maupun masyarakat Minahasa bahkan masyarakt Sulut pada umumnya.

“Saya setuju jika kombinasi pasangan dari dua etnik berbeda akan di sebut pasangan kuat. Apalagi kecenderungan pemilih lebih didasarkan pada pertimbangan sosiologis. Artinya pilihan masyarakat akan sangat tergantung pada kesamaan latar belakang dengan calon. Kesamaan itu bisa saja karena kesamaan etnik, kesamaan agama atau kesamaan sejarah. Sehingga jika terjadi dua kombinasi maka sangat mempengaruhi elektoral pasangan calon. Dan ini berlaku bagi calon siapa saja,” kata Ferry, semalam.

Meski demikan, kata Ferry, masih terlalu dini untuk menentukan peta politik dari kedua pasangan tersebut. Karena, penentuan pasangan calon yang menjadi kandidat lawan mereka nanti belum jelas.

“Paripurna atau tidak sangat tergantung siapa lawan-lawan mereka nanti. Jika lawan-lawan mereka calon biasa-biasa saja, tidak populer dan tidak punya prestasi tentu keduanya sangat paripurna. Namun jika ternyata lawan-lawan mereka nanti sangat tangguh maka kondisi bisa menunjukan lain. Peta kekuatan masih terlalu dini untuk dibaca. Sebab pasangannya belum jelas,” ujarnya.

Selain itu, sambung Ferry, komunikasi politik antara partai politik (Parpol) masih terus berlangsung. Sehingga, penetapan pasangan calon untuk cagub dan cawagub Sulut belum dilaksanakan.

“Parpol-parpolnya saja belum ada yang mengumumkan secara resmi siapa calonnya dan kpud juga belum menetapkan pasangan calon. Sehingga terlalu subjektif menilai kekuasaan pasangan calon jika lawannya saja belum diketahui. Namun demikian saya setuju jika kombinasi pasangan dari dua etnik berbeda akan di Sebut pasangan kuat,” tandasnya. (mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.