#savepersikokot

0
Tim Persikokot di Loga III

KLIK24.ID – Akun facebook sejumlah pecinta bola kemarin ramai dengan status kegagalan klub kebanggaan Kotamobagu, Persikokot dalam laga Divisi III. Sejumlah akun menyayangkan hingga akhirnya Persikokot gagal melaju ke babak semifinal. Salah satu akun milik Febri Bambuena menuliskan soal Persikokot. “Persikokot seharusnya hari ini bermain dipartai penentuan lolos ke semi final Liga 3 Indonesia, Zona Sulut. Tapi harapan mereka kandas, mereka harus pulang sebelum bertanding, karena alasan kekurang pemain akibat akumulasi dan alasan paling mendasar dari kepulangan mereka adalah masalah dana,” tulisnya.

Ia menambahkan “Dengan adanya kalah W.O hari ini, ada kemungkinan besar Tim Sepak Bola Kota Kotamobagu (Persikokot) akan mendapat sanksi berupa tidak bisa lagi mengikuti kompetisi liga Indonesia. #SaveSepakBolaKotamobagu,” tulisnya.

Farel Samuel dalam akun FB juga menuliskan soal kekecewaannya. “Kalo PERSIKOKOT ada main dpe skor begini eh. Next Semifinal torang do eh. #savepersikokot,” tulisnya.

Namun tak sedikit yang memberikan semangat kepada para pemain Persikokot. “#sulitkah mencari solusi untuk Pengembangan Olah Raga di Kota Kotamobagu? #sangat prihatin kepada Pelatih dan Atlit. #kepada siapa mereka akan mengadu? #masalah berulang tanpa solusi,” tulis Erwin Damopolii sambil memasang foto para pemain Persikokot.

Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kotamobagu Toni Ponongoa angkat bicara soal gagalnya Persikokot meneruskan pertandingan di Liga III. Menurut Toni, tidak lanjutnya Tim Persikokot dalam pertandingan sepak bola liga tiga Sulawesi Utara (Sulut) di Manado, disebabkan ada beberapa faktor. Pertama karena tim yang akan diturunkan sudah tidak lengkap, karena terkena akumulasi kartu kuning dan kartu merah. “Jadi jika tim turun maka pemain tidak akan lengkap,” ujarnya kepada Harian Bolmong Raya, kemarin sore.

Selain itu, alasan lain adalah karena anggaran yang terbatas. Memang, katanya, untuk membawa tim sepakbola untuk berlaga tidak seperti membawa tim kecil, mereka membutuhkan finansial yang cukup besar. Diakuinya dalam persiapan tim kadang membutuhkan anggaran dan sebagian menggunakan anggaran pribadi. “Memang ada beberapa bantuan dana yang masuk namun tidak seberapa,” terangnya.

Ia mengakui jika pihaknya sudah berjuang untuk Persikokot. “Sudah berupaya menjalankan proposal namun hasilnya tidak maksimal dan ini berampak pada tim yang berlaga, karena semuanya membutuhkan anggaran,” jelasnya.

Kadis Dispora Kotamobagu ini juga menerangkan jika Pemerintah tidak mempunyai kewenangan untuk menganggarkan dana untuk sepak bola. “Cantolan hukumnya tidak ada, sehingga Pemkot tidak bisa menganggarkan dana untuk sepak bola. Pemkot bisa memberikan dana tapi dalam bentuk hibah. Itupun tidak langsung ke klub sepak bola, tapi melalui KONI. Sementara KONI sudah 2 tahun ini tidak mendapatkan dana hibah dikarenakan kondisi keuangan daerah yang sedang efisiensi,” jelas Toni.

Sekedar diketahui, Persikokot Kotamobagu dijadwalkan akan bertanding melawan Sulut FC pada leg II penyisihan grup D babak enam besar Rayon Sulut, Senin (14/10) kemarin sore. Pertandingan itu akan sangat menentukan langkah Persikokot ke babak semi final. Namun sayang, tim yang dihuni mayoritas pemain lokal Kotamobagu itu terpaksa harus Walk Out (WO).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.