Polres Kotamobagu Kebut Kasus Penganiaya Wartawan

0
Rusdin Zima

KLIK24.ID – Kasus penganiayaan Sutriono Mamonto, wartawan HARIAN BOLMONG RAYAyang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kotabangun, Kamis (19/9) dini hari lalu terus diproses. Begitupun dengan kasus penganiayaan yang menimpa Aviva Tontoigon, admin HARIANG BOLMONG RAYA yang terjadi 22 September lalu. Tim penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu dalam tahap pengembangan data laporan. Kepala Subbagian (Kasubbag) Humas Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima mengatakan, laporan yang di sampaikan oleh Sutriyono Mamonto sedang dalam tahap proses oleh tim penyidik Polres Kotamobagu, karena pelapor belum melengkapi salah satu data yang dimintakan. Laporan yang masuk akan di tindak lanjuti sesuai dengan prosedur, sehingga diharapkan pelapor dapat memasukkan data yang dimintakan Jumat (4/10) hari ini. “Kami akan menunggu kelengkapan datanya, jika pelapor telah melengkapi data laporan, maka akan segera ditindak lanjut,” tutur Rusdin Zima.

Ia menyebutkan, untuk kasus penganiayaan yang menimpa salah satu admin HBMR atas nama Aviva Tontoigon dalam tahap proses. “Untuk laporannya sedang dalam proses oleh penyidik Polres Kotamobagu,” singkatnya.

Sekadar referensi, Sutriono Mamonto, wartawan HARIAN BOLMONG RAYA (Grup KLIK24) dianiaya oknum warga yang diduga sedang menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan-bakar Umum (SPBU) Kotobangon. Diceritakan Sutriono, saat itu dia hendak mengisi BBM di SPBU Kotobangon sekira Pukul 02.59 Wita.

“Saat itu, ada sejumlah kendaraan yang terparkir. Dan ada juga kendaraan yang mengisi BBM jenis solar. Saat itu saya tanyakan ke petugas apakah masih tersedia Pertalite. Namun, menurut petugas SPBU, Pertalite dan Premium kosong. Tinggal tersedia Pertamax,” ujar Sutriono beberapa waktu lalu.

“Nah, saat berbincang dengan petugas SPBU, saya curiga ada satu kendaraan yang mengisi solar. Saat itu, saya lihat pengisiannya agak lama, terus saya duga itu aksi penimbunan. Kemudian saya mengambil gambar. Setelah itu saya ditegur petugas SPBU karena dilarang mengambil gambar. Terjadi perdebatan antara saya dan petugas SPBU, katanya gambar kendaraan yang mengisi solar dihapus saja. Saya mengiyakan, karena waktu itu handphone saya coba diambil paksa petugas SPBU,” lanjut Sutriono.

“Suasana ketika saya masih berbincang dengan petugas SPBU, tiba-tiba oknum yang mengisi solar menghampiri saya dan memukul saya sebanyak dua kali di bagian kepala,” Sutriono menuturkan.

Sementara soal Aviva, dianiaya DNM alias Manggopa di Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, sekira Pukul 23.00 WITA. Saat kejadian, Avivah bersama beberapa teman nongkrong di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan posisi jongkok, Avivah tak menyangka diserang Manggopa secara membabi-buta di bagian kepala dan perut.

“Saat itu Avivah lagi jongkok di depan rumah Fahmi di Biga. Tiba-tiba dia (pelaku) dari arah dapur rumahnya berlari ke arah saya dan langsung memukul. Saya juga heran kenapa dia begitu, semua teman-teman heran,” ujar Avivah usai kejadian.
Menurut dia, pelaku adalah temannya namun sudah beberapa waktu tidak pernah ketemu lagi.

“Tapi tidak ada masalah. Saya ditendang di bagian perut. Ketika saya jatuh, pelaku menarik rambut saya dan memukul kepala saya berkali-kali,” ujarnya.(tes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.