Legislator ini Kritisi Harga Cengkih

0
Jusran Deby Mokolanot

KLIK24.ID – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kotamobagu Jusran Deby Mokolanot yang juga merupakan anggota legislatif Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu menyebutkan Pemerintah dilima Kabupaten/Kota yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR) perlu menyeriusi potensi komoditi tanaman tahunan yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR) yakni tanaman cengkih.

Pasalnya, menurut Deby sapaan akrabnya, komoditi ini masih menjadi komoditi unggulan bagi petani tahunan selain komoditi kelapa dan pala. Dimana, kata Deby, hampir sebagian masyarakat BMR memiliki tanaman cengkih. Terlihat hampir semua wilayah di Kotamobagu dan BMR ini banyak yang bahkan menggunakan badan jalan untuk menjemur hasil panen cengkih. “Ini komoditi unggulan bagi masyarakat BMR. Buktinya banyak yang beberapa waktu lalu menjemur buah hasil panennya di pekarangan rumah atau bahkan di jalan,” ujarnya. Menurut Deby, komoditi ini harusnya menjadi perhatian serius dari seluruh kepala daerah yang ada di BMR ini. Supaya, petani-petani cengkih tidak lagi kebingunan untuk memasarkan hasil panen cengkih mereka yang bahkan bisa dengan jumlah ribuan kilogram.

“Pemerintah lima daerah harusnya berfikir bagaimana hasil panen dari petani ini bisa dinikmati oleh petani itu juga dengan cara membuat badan usaha daerah (BUD). Dengan harga yang lumayan tinggi,” ujarnya. Deby menuturkan, dengan adanya BUD itu, hasil panen dari petani dapat terjamin dari segi harganya. Serta, petani-petani yang dulu sempat kecewa dengan harga cengkih yang rendah, bisa kembali bersemangat untuk mengelolah tanaman cengkihnya. “Ini juga merupakan langkah baik untuk melindungi ekonomi lokal dan petani. Melalui badan usaha itulah yang akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan perusahaan-perusahaan nasional yang menggunakan bahan cengkih. Apalagi langsung ke pabrik. Kalau sudah ada badan usaha daerah yang mau mengkover itu, berarti sudah ada lapangan kerja baru di BUD itu, kedua sumber daya daerah di BMR ini eksitensi harganya terjaga. Petani juga tidak ragu-ragu,” imbuhnya. Dengan dibukanya BUD itu, otomatis perusahaan-perusahaan multi nasional yang bergerak dan menjalankan bisnis dengan menggunakan cengkih sebagai bahan utama, dipastikan akan hadir di BMR. “Kedepan pasti akan ada perusahaan rokok disini atau perusahaan yang berhubungan dengan cengkeh,” tandasnya. (mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.