HET LPG 3 Kg 18 Ribu. Jual Lebih, Laporkan

0
ilustrasi

KLIK24.ID – Masih adanya pangkalan yang menjual LPG diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 dikeluhkan masyarakat.  “Jangan cuma urus dp tabung tapi dp isi yg masyarakat perlukan banyak pangkalan yg ba jual di atas harga yg ditentukan lantas siapa yg perlu dipersalahkan?,” tulis Iskandar Mokodompit di grup trantibum Kotamobagu.

Menanggapi keluhan ini, Supervisor SPBE Jalan AKD Andy Rizal menegaskan jika ada pangkalan yang menjual diatas HET akan diberi sanksi. “Kami sudah ada laporan terkait ada beberapa pangkalan yang menjual tabung gas 3 kg yang bersubsidi dijual diatas HED, kemudian saat penjualan tidak melakukan pengisian catatan logbook. Ini adalah pelanggaran yang harus ditindaki karena tidak sesuai aturan,” kata Andy.

http://klik24.id/2019/10/tabung-tiruan-lpg-3-kg-beredar-ini-ciri-cirinya/

Lanjutnya, mereka akan melakukan pemantauan terkait laporan masyarakat dimana, ada beberapa  pangkalan yang tidak menjalankan aturan dan ketentuan saat melakukan pengurusan izin usaha. “Kami akan mempertegas pangkalan yang tidak mentaati aturan. Saat ini sudah ada sejumlah pangkalan yang dibeeeikan sanksi karena menyalahi aturan,” ujar Andy.

Ia berharap pangkalan dapat menerapkan apa yang menjadi ketentuan bersama dengan pertamina kaitan penjualan elpiji subsidi 3 kg. “Saya berharap pemilik pengkalan jalani aturan yang ada karena jika tidak maka sanksi menanti,” kunci Andy.

Jika aturan yang dikeluarkan tidak dituruti maka akan ada sanksi yang diberikan berupa, penutupan pangkalan dan dicabutnya surat izin usaha, atau tidak dilayani penyaluran selama dua minggu atau, jatahnya dikurangi hingga 59 persen. “Ingat aturan harus dijalankan, jika ada temuan pelanggaran maka kami akan tindak. Bagi masyarakat yang menemui adanya aturan yang tidak dijalani pangkalan maka bisa melaporkan ke pihak agen,” tutupnya.(har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.