Bupati Bolmong Menang Gugatan

0
Yasti Soepredjo Mokoagow

KLIK24.ID – Pengadilan Negeri (PN) Kota Kotamobagu menolak gugatan perihal tuntutan ganti rugi tanah transmigrasi di tiga desa di Kecamatan Dumoga Tengah, yakni, Tanah di Desa Werdhi Agung, Werdhi Agung Tengah dan Werdhi Agung Utara. Perkara Nomor 58/Pdt.G/2018/PN.Ktg diketahui diajukan pada 2018 silam. Bupati Bolmong Yasti S Mokoagow salah satu pihak tergugat yang dilayangkan penggugat.

Eldy Satria Noerdin selaku kuasa hukum tergugat IV Bupati Bolaang Mongondow mengatakan, sesuai amar putusan majelis hakim yang dipimpin Warsito selaku Ketua, Romel CH Danes dan Raja Bonar Wansi Siregar selaku anggota, gugatan Para Penggugat yang mewakili 140-an warga Desa Tonom dinyatakan tidak dapat diterima. Selain tidak menerima gugatan, majelis hakim juga dalam putusannya menyatakan membebankan biaya perkara kepada para penggugat.

“Intinya para penggugat dalam gugatan menyatakan sebelum masuk transmigrasi tahun 1962, tanah desa werdi agung, werdi agung utara, dan werdi agung tengah, adalah milik warga desa tonom, sehingga mereka menuntut ganti rugi tanah yang jadi lahan transmigrasi. Itu Rp69 miliar yang dituntut agar dibayar Para Tergugat secara tanggung renteng,” kata Eldy.

Menurutnya, dalam hukum, gugatan yang dilayangkan oleh para penggugat tersebut belum bisa dikatakan kandas. Karena, sambung Eldy, masih terbuka upaya hukum yang dapat ditempu para penggugat.

“Kalau secara hukum tidak bisa dibilang kandas, karena masih ada upaya hukum Banding, bahkan sampai Kasasi. Dan putusan kemarin itu belum incraht (belum berkekuatan hukum tetap), karena sejak dibacakan putusan atau sejak tergugat yang tidak hadir terima pemberitahuan putusan, ada waktu 14 hari untuk mengajukan upaya hukum (banding) atas putusan itu. Setelah 14 hari tidak ada upaya hukum, berarti putusan sudah berkekuatan hukum. Penggugat dapat menerima putusan atau menggugat lagi,” tandas Eldy.

Menurut Humas Pengadilan Kotamobagu Raja Bonar W Siregar, dalam persidangan yang dilaksanakan Senin (14/10), bahwa Majelis Hakim menyatakan para penggugat tidak dapat diterima. Maksud gugatan tidak dapat diterima, ini belum menyentuh pada pokok perkara. “Jadi ini belum menilai apakah dari gugatan dari penggugat betul atau tidak, dan ini belum masuk pada pokok perkara namun masih pada formalitasnya karena, ternyata gugatan terhadap penggugat ada cacat secara formal,” ujar Bonar. Dalam hal ini, kuasa dari penggugat yang duduk dipersidangan, dinilai oleh majelis memiliki cacat formal, oleh karena itu majelis berkesimpulan, gugatan daripada penggugat tidak dapat diterima.(mg41/aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.