Adakah Debat Pilsang?

0
TES: Balon Sangadi  sedang melakukan tes wawancara di kantor Bupati Bolaang Mongondow.

KLIK24.ID – Sejumlah warga berharap dalam pilsang akan ada debat seperti pemilihan wali kota, bupati. “Desa kami tidak ada debat, yang ada hanya penyampaian visi misi,” kata Melky Woworuntu selaku ketua panitia pilsang Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, beberapa hari lalu.
Melky menambahkan dalam penyampaian visi misi nanti, calon sangadi bisa dilihat kapabilitasnya, apakah calon yang bersangkutan menguasai tentang pemerintahan desa, aturan-aturannya dan bagaimana program-program yang akan dibuat. “Mereka akan berorasi untuk menyampaikan visi misi. Masyarakat akan melihat dan menilai bagaimana kecakapan berkomunikasi para calon di depan umum,” ungkap Melky. “Dalam Perbup No 17 tahun 2019, pasal 45 (5) penyampaian visi misi dilakukan saat kampanye. Di dalam aturan itu tidak ada pasal yang memuat adanya debat para kandidat,” tegasnya.


Ketua Panita Pilsang Desa Mengkang, Gusnar Kobandaha mengatakan dirinya pribadi menganggap penting adanya debat agar mendapatkan pemimpin yang terbaik dari yang baik di desanya. “Itu yang dikuatirkan oleh panitia karena memang itu tidak atur. Yang diatur hanya kampanye dan dalam kampanyelah itu para kandidat merebut simpati masyarakat untuk dipilih. Warga masyarakat bisa menilai apa yang disampaikan, dan tentunya menjatuhkan pilihan siapa yang pantas menjadi pemimpin di Desa Mengkang,” tambahnya.

Terpisah, Camat Passi Barat, Fery Mokoginta mengatakan rencana  kampanye setelah ada penetapan calon sangadi dari panitia, dan ada tiga hari untuk kampanye. “Para calon melakukan penyampaian visi misi dihadapan masyarakat semacam debat calon,“ jawabnya singkat. Maslan Mokodongan, Sangadi Guranga Tapa Aog mengatakan debat dimungkinkan ada, walau tidak tersurat dalam peraturan.Debat bisa dimasukan dalam kampanye. “Setelah penyampaian visi misi bisa dilanjutkan debat agar Pilsang lebih berbobot dan menghasilkan pemimpin yang berkompeten,” tegasnya.


Harusnya ada debat untuk memaksimalkan hasil pemilihan nanti. Debat kandidat calon sangadi merupakan perwujudan penerapan asas demokrasi dalam sistem pemerintah di daerah. Maka mekanisme pemilihan dipandang sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk menentukan calon bobato di desanya,” tambahnya.

Maslan menambahkan partisipasi masyarakat diperlukan dalam debat, agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi terhadap calon dan menguji kemampuan para calon. “Prinsip partisipasi masyarakat merupakan faktor utama dalam menentukan lahirnya pemimpin di tingkat lokal. Dalam memilih moderator yang handal, yang bisa mengendalikan jalannya debat, torang bisa melibatkan tokoh masyarakat atau akademisi (kampus) untuk membantu moderator atau kosep debatnya,” tutupnya.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.