Wakil Rakyat Jangan ‘Tidur’

0
Abdussalam Bonde

KLIK24.ID – Pelantikan calon anggota legislatif DPRD Bolmong terpilih merupakan momentum yang ditunggu-tunggu,  serta menaruh harapan bagi masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong). Bagaimana tidak,  tepat hari ini,  Selasa (10/9), 30 caleg terpilih periode 2019-2024 akan diambil sumpah dan janji. Pun,  para wakil rakyat yang menjadi penyambung lidah  di lembaga legislatif mampu menjadi tumpuan seluruh masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Bolmong. Bukan malah sebaliknya dengan mengabaikan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai anggota legislatif. Sebab, wakil rakyat itu seharusnya merakyat,  ‘wakil rakyat jangan tidur’,  baik dari sisi pos anggaran,  pos infrastrukur dan lain sebagainnya.

Ketua KNPI Bolmong Abdussalam Bonde, menyampaikan pesan kepada anggota DPRD Bolmong dan anggota DPR Propinsi Sulawesi Utara Khusus dapil BMR. Dalam pernyataannya, Adul sapaannya, yang pertama kali diperbaharui oleh para wakil rakyat yang baru adalah ketepatan waktu dalam melaksanakan sidang ‘Paripurna’. Sebab, selama ini banyak waktu terbuang, sidang sering molor bahkan terkadang tidak dilaksanakan karena tidak mencapi qorum. “Hal ini jangan sampe terjadi lagi agar tidak merugikan,  karena setiap keputusan yang di ambil sangat erat dengan kepentingan publik. Jangan sampai urusan publik terabaikan karena ketidak hadiran para wakil rakyat,” kata dia.

Tak hanya itu, ketua KNPI Bolmong ini juga memberikan pesan,  bahwa gedung rakyat bukan tempat mencari duit, bukan tempat mencari jabatan. Namun, tempat untuk mengabdi kepada daerah, bangsa, dan negara, serta melayani masyarakat. “Saya berharap anggota DPR  yang baru dapat menjaga marwa sebagai wakil rakyat, menjunjung tinggi asas kepastian hukum, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan kreatifitas,” ungkapnya.

Sembari menambahkan, rawat integritas, lakukan inovasi untuk politik yang menghadirkan kedamaian, kerukunan, dan kebhinekaan tunggal ika. Pun,  para wakil rakyat yang berada di gedung cengkeh untuk  dapat memperhatikan daerah terutama yang terkait dengan politik anggaran dan pembangunan. “Karena dalam sumpah jabatan terterah dengan jelas akan memperjuangkan aspirasi atau konstituan yang memilih. Jangan sampe BMR selalu mendapatkan sisah anggaran karena tidak asa disuarakan,” harapnya.  (cip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.