Tugas Pendamping Desa Vital

0
ilustrasi

KLIK24.ID–Ada desa yang berhasil. Ada desa yang masih belum berkembang. Bahkan ada desa berurusan dengan hukum. Sangadi Matali Baru, Oslan Paputungan menambahkan pendamping desa sangat bermanfaat memfasilitasi penerapan program, aturan pelaksanaan Dana Desa dan ADD serta pendampingan. Jika ada desa berurusan dengan hukum, bisa saja itu juga masuk dalam kelalaian pendamping. “Karena ketidaktahuan dari TPK tentang aturan, makanya peran pendamping sangat vital untuk memberikan informasi yang mendasar kepada pemangku kepentingan di desa,” katanya.

Sangadi Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Marwan Palakum mengatakan Pendamping desa sangat membantu karena menjadi fasilitator dalam segala kegiatan. Jika ada desa berurusan dengan hukum, jelas itu juga merupakan kelalaian pendamping. “Kan peluit seluruh kegiatan ada di Tenaga Ahli atau Pendamping lokal untuk di cek list dari pendamping boleh atau tidak. Kalau desa sudah diperingatkan tetapi masih melanggar itu kesalahan dari pihak desa,” kata sangadi.

Sangadi Pangian Induk, Kecamatan Passi Timur, Grace Wauran, S.Kep, mengatakan pendamping desa, tenaga ahli sangat bermanfaat bagi pembangunan desa. Dalam segala hal, bisa memberikan masukan, pedapat, usul, saran, kritikan yang sangat positif. “Pengawasan untuk kemajuan desa, baik pembangunan fisik maupun keseluruhan dari penggunanan anggaran belanja desa,” kata Grace. Sangadi Srikandi itu menjelaskan jika ada desa yang bermasalah harus dikaji terlebih dahulu. “Letak persoalannya dimana. Setahu saya pendamping desa selalu memberikan pengarahan dan mengikuti aturan yang ada. Jika nantinya ada desa yang berurusan dengan hukum berarti desa tersebut yang tidak mau mengikuti aturan diarahkan oleh pendamping,” jelas Grace.

Dedy Martasen Selaku Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Kotamobagu (TP3D), mengatakan Pandamping Desa itu bertanggungjawab melakukan pendampingan dan memfasilitasi kebutuhan desa terkait perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan. “Pengawasan sifatnya hanya mengarahkan. Dari sisi kewenangan pendamping tidak masuk dalam legitimasi pengelolaan anggaran, termasuk turut dalam penentuan harga. Torang tidak diranah itu,” ujarnya. Pada prinsipnya lanjut Dedy, Desa dalam pengelolaannya telah didampingi oleh pendamping desa mulai dari perencanaan pelaksanaan dan pelaporan yang notabene adalah tupoksi pendamping desa. Disamping itu juga pendamping memberikan sosialisasi dan penerangan terkait hal-hal yang sifatnya salah dan benar dalam melaksanakan pengelolaan. Namun pada prakteknya ada desa yang mengindahkan arahan-arahan pendamping desa. Nah itulah yg menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam pengelolaan,“ tutup Dedy.

Sementara itu Pendamping Lokal Desa Kecamatan Kotamobagu Selatan mengakui peran pendamping lokal Desa dalam pengelolaan dana desa belum secara maksimal dilakukan di Kotamobagu. Sehingga perlu ditingkatkan kedepannya. “Saran kedepannya Pendamping Desa harus benar-benar memahami mekanisme tugas pendamping dalam melihat prioritas kebutuhan masyarakat. Pendamping Desa harus punya kemampuan, pengalaman, sikap mental serta punya Integritas yang tinggi. Pendamping harus mengoptimalkan fungsinya melalui pemantauan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Hardian.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.