Siswa SMPN 3 Kotamobagu jadi Korban Tabrak Lari

0
MEDIS : Dua korban terbaring tak berdaya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) puskesmas Gogagoman, Selasa (3/9) kemarin. (f. Tito/HBMR)

KLIK24.ID – Sungguh nahas apa yang dialami Ahmad Priyadi dan Fahri Mopobela. Kedua siswa SMPN 3 Kotamobagu itu harus mendapatkan perawatan medis akibat becak motor (Bentor) yang mereka tumpangi, ditabrak mobil Toyota Avanza hitam dengan nomor polisi DB 1578 KE, Selasa (3/9) kemarin

Parahnya lagi, usai menabrak bentor yang mereka tumpangi, mobil avanza yang dikemudikan Royke Jeri Tambayu (57) warga Sampana, Kecamatan Kotamobagu Utara tersebut malah kabur kearah Genggulang.

Informasi yang dihimpun HBMR, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 14.25 Wita. Kala itu, bentor yang dikendarai Jenli (33) warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotmobagu Utara, Kotamobagu dengan nomor polisi DB 5361 KA bergerak dari arah Genggulang menuju ke arah Gogagoman. Namun, saat berada di pertigaan Gogagoman, tiba-tiba saja mobil yang dikemudikan Royke berbelok ke arah kiri menuju ke arah Genggulang. Namun, karena mobil tersebut dalam kecepatan tinggi, tabrakan pun tak dapat terhindarkan. Sehingga, mengakibatkan Fahri Mopobela mengalami luka robek di tangan samping kanan dan Ahmad Priyadi mengalami luka di bagian kepala samping kanan yang harus di rujuk ke RSUD Kotamobagu, untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pengemudi mengalami luka di bagian paha samping kanan.

KLIK JUGA: Sidang Kasus Cabul Biga: Pelaku Lakukan Aksinya sejak Desember

Kepada HBMR Royke menceritakan, dirinya melarikan diri karena sudah ketakutan usai bersenggolan dengan motor di terminal Bonawang. “Dorang ada bataria akang waktu kita ada ba senggol tu motor di terminal. Tambah lagi dorang ada dusu, jadi kita lari. Bahkan pas so di kompleks Katulidan tepatnya di muka SDN 3 Gogagoman situ, dorang tumbu kita pe oto tiga kali jadi kita so lebe tako,” ujar Royke dengan dialek pasar Manado.

Lebih lanjut, Royke menuturkan, saat berada tepat di simpang tiga Kelurahan Gogagoman, dirinya langsung mengarahkan kendaraannya menuju ke arah genggulang. Namun, saat di simpang tiga tersebut, mobil yang dikemudikannya bersenggolan dengan bentor yang akan mengarah ke Kelurahan Gogagoman.

“Pas di pertigaan Gogagoman, kita babelok mo ka arah Genggulang, kita dapa sambar tu bentor, karna so tako sekali, kita langsung lari,” ujarnya dengan gaya dialek yang sama.
Meski demikian, Royke mengaku akan mempertanggungjawabkan insident yang telah terjadi itu. “Samua kita mo tanggung jawab. Mulai dari kendaraan deng korban samua kita mo tanggung jawab,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Satuan (Lantas) Polres Kotamobagu AKP La Daena MAP melalui Kanit Lakalantas IPTU Sugianto mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan. “Pelaku langsung menyerahkan diri ke Satuan Lalulintas usai kejadian, dan barang bukti sudah kami amankan,” jelasnya.

Lanjut perwira dua balak dipundaknya itu, kalau selama 24 jam dirinya tak menyerahkan diri, pelaku bisa digolongkan tabrak lari sebagaimana yang diatur dalam pasal 312 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan umum dan lalulintas. “Pelaku saat ini kami jerat dengan pasal 310 ayat (2) dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara,” pungkasnya. (mg40)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.