Siswa SMAN 1 Tutuyan Tewas di Tanjung Woka

0
TRAGIS: Keluarga hendak membawa jenazah Mutalim untuk dikebumikan di Gorontalo. (f : istimewa)

KLIK24.ID – Naas dialami Mutalim Yunus korban tewas tenggelam di Pantai Woka, Desa Dodap, Kecamatan Kotabunan, Minggu (8/9) kemarin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadiannya berawal Sekira Pukul 14.00 WITA. Sesaat sebelumnya, Mutalim yang masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tutuyan bersama rekan sekolahnya Aditia Mahmud telah berencana berwisata ke Pantai Woka. Setibanya ditempat tujuan, Aditia bersama rekan-rekannya mandi di bagian bibir pantai yang aman bagi pengunjung meskipun saat itu tinggi gelombang mencapai sekira tiga meter.

Selang beberapa saat kemudian, tiba-tiba Alim mengajak Aditia untuk mandi di bagian tanjung pantai. Sempat memaksa, Aditia pun mengiyakan ajak tersebut dengan menemani Mutalim menuju tanjung. Setibanya ditanjung, tanpa adanya firasat buruk Alim langsung terjun dari tanjung. Tak mampu melawan arus, Mutalim pun terombang ambing di lautan.

Meskipun, sempat ditolong dengan menggunakan pelampung, namun Alim tidak mampu melawan arus untuk menggapai pelampung. Tak pelak, selang beberapa menit Mutalim kehabisan tenaga dan tak sadarkan diri lantaran banyak terminum air laut.

“Sempat ditolong dengan pelampung yang dilempar, tapi arus sangat kuat sehingga tidak mampu menggapai. Beberapa pengunjung berusaha menolong, tapi Mutalim sudah kehabisan tenaga melawan arus laut sampai pingsan,” tutur Aditia yang merupakan rekan korban.

Sementara itu, penjaga pantai, Richan Kakunsi mengaku, saat itu kondisi pantai sangat bergelombang. “Keadaan pantai dalam kondisi yang tidak baik untuk mandi. Namun korban (Mutalim) mengjak temannya (Aditia) untuk berenang dan melompat di ujung Tanjung Woka, padahal korban dengan temannya berenang di bibir pantai yang situasi masi aman untuk berenang. Tapi korban terus mengajak dan mereka berdua pun langsung ke tanjung keadaan ombak dalam ketinggian tiga meter di permukaan laut,” cerita Kakunsi.

KLIK JUGA: Buaya Peliharaan Warga Kotabunan Sepanjang 3,4 Meter Dievakuasi

Setelah, terjun dari ujung Tantung Woka, korban terombang-ambing lantaran arus laut sangat kuat. “Korban melompat dan tidak dapat menyelematkan diri. Korban sempat di tolong dari beberapa orang, seperti Komonitas Motor Yamaha RX King. Saat di pinggir pantai, korban masih keadaan tidak sadarkan diri dan dalam kondisi mulut yang berbusa, sempat di tolong oleh salah satu medis dari komonitas motor dgn pertolongan CPR. Namun kondisi korban dalam keadaan lemah, dan langsung di bawa ke puskemas dengan menggunakan kendaara salah satu pengunjung,” urainya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Tutuyan, Tesy Sani mengatakan, pihaknya menerima pasien tenggelam dalam kondisi tidak sadarkan diri

“Tim dokter sudah berusaha menyelamatkan, namun nyawa pasien tidak tertolong. Korban meninggal di hadapan keluarga, perawat dan dokter. Setelah beberapa saat, jenazah langsung dibawa ke Gorontalo, sesuai permintaan keluarga,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Urban Kotabunan Kompol Didit Prasongko membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku, pihaknya langsung turun olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Korban langsung mendapat pertolongan ke Puskesmas dengan dikawal anggota Polsek Kotabunan. Kami masih akan penyelidiki. Penyebab kematiannya,” tambah Kapolsek. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.