SHOW FORCE: SK-TB atau GSVL-TABA?

0

KLIK24.ID – Kabar Yasti S Mokoagow, bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), loncat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), ditanggapi beragam. Pun, dampaknya sangat signifikan, khususnya komposisi PDIP-NasDem dalam menyiapkan strategi jelang Pemilihan gubernur (Pilgub). Sesuai bocoran, jika Yasti loncat PDIP, duet Steven Kandouw-Tatong Bara akan jadi kenyataan. Sisi lain, jika Yasti tetap bertahan di NasDem, duet Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL)-Tatong Bara, sudah pasti akan jadi lawan PDIP. Sebab, pasangan GSVL-Tatong desas-desusnya telah disiapkan jargon, GSVL-TABA. Unjuk kekuatan (show force) PDIP-NasDem, dinanti saat ini.

Yasti jadi ‘pemain penentu’ dalam Pilgub nanti. Tentu langkah politiknya dinanti, sebab tidak bisa dipungkiri, politikus senior kelahiran Pusian, Kecamatan Dumoga Timur, Bolmong, punya pengaruh dan reputasi besar di kancah perpolitikan Sulawesi Utara (Sulut), apapun kontroversi yang dia ciptakan terhadap sesama politikus, namun faktanya akan seperti itu. Yasti saat ini terkesan masih menyimpan strateginya dengan menghitung peluang yang harusnya dia ambil.

Kemarin, HBMR mewawancarai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Frangky Wongkar. Wongkar pun terkesan enggan menjelaskan komunikasi politik yang dibangun partainya dengan Yasti Mokoagow.

“Soal dia pindah PDIP. Sekali lagi, jalur masuknya mendapatkan KTA (Kartu Tanda Anggota) kan tidak harus dari DPD. Bisa dari DPP ataupun dari DPC,” jelas dia.
Disinggung adanya permintaan Olly Dondokambey, ketua DPD PDIP Sulut kepada Yasti untuk masuk menjadi keluarga besar PDIP, Wongkar memberikan jawaban diplomatis.
“Di dalam politik kan, ada dinamika tersendiri. Komunikasi politik antar partai dan politikus itu biasa terjadi,” kata Wongkar, yang juga menjabat wakil bupati Minahasa Selatan itu.
Sementara, terkait kabar Yasti akan diplot sebagai pasangan Steven Kandouw di Pilgub, Wongkar menyebut semua kemungkinan bisa terjadi. “Termasuk soal Yasti jadi pasangan PDIP di Pilgub. Namun, partai kan punya aturan. Harus ada survei kandidat dan masih banyak lagi. Kita tunggu saja,” pungkasnya.

Di sisi lain, sumber HBMR di NasDem Sulut menyebutkan, Wali Kota Manado GSVL (Vicky Lumentut) sudah dipatenkan dengan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara untuk maju Pilgub dengan membawa panji NasDem.

“Pasangan GSVL-Tatong jadi paket NasDem. Ada kemungkinan besar segera diumumkan dalam waktu dekat,” ujar sumber ketika dihubungi HBMR.
Tentunya kemunculan kabar GSVL-TABA makin menarik konstalasi politik di Bumi Nyiur Melambai. Disinilah letak penentuan sikap Yasti. Apalagi, pascapemberitaan HBMR soal Yasti akan pindah PDIP, memantik reaksi dari sejumlah simpatisan PDIP di Bolaang Mongondow Raya. Di sosial media (sosmed) Facebook, banyak yang mencibir kabar itu dan menilai jika Yasti masuk PDIP, menandakan akan ada penumpang gelap di PDIP, meskipun dalam sejumlah postingan tidak menyebut dengan lantang kepada siapa istilah Penumpang Gelap ditujukan.

Pengamat politik BMR Akhmad Rizky Iyan dimintai tanggapan terkait kabar Yasti pindah partai mengatakan, jika Yasti ke PDIP, merupakan kabar baik bagi PDIP itu sendiri. Sebab, kata Rizky, ada kader terbaik dari BMR yang masuk ke dalam keluarga PDIP.
“Berarti PDIP ketambahan lagi kader terbaik dari BMR,” kata Rizky, semalam.

Menurutnya, dengan adanya kepindahan itu, otomatis akan berpengaruh pada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 2020 mendatang. Karena, bisa jadi dengan kepindahan Yasti ke PDIP, akan memberikan pengaruh terhadap calon wakil Gubernur Sulut, jika Olly Dondokambey resmi menjadi menteri. Namun, sambung Rizky, harus ada kecocokan dulu antara pasangan calon tersebut.

“Peluang tentu ada. Untuk berpasangan tentu harus ada `chemistry`. Selain itu harus ada simulasi lewat survei,” tutur Rizky.(mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.