Pelaku Penggelapan Motor FIF Dipidanakan

0
Pelaku penggelapan menggunakan kameja warna Biru Putih saat dilimpahkan pihak penyidik Ranmor ke JPU
KLIK24.ID – Pelaku penggelapan motor yang masih berstatus kredit di FIFGROUP Finance yang dilakukan DB alias David (39) warga Desa Benjita II, Kecamatan Bolangitan Timur, Kabupaten Bolmong Utara (Bolmut) kini harus melakukan aktivitas didalam Rumah Tahanan (Rutan) Kotamobagu. Pasalnya, berkas perkaranya sudah lengkap dan dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolmut, Selasa (17/9) kemarin.
Informasi yang dihimpun KLIK24.ID penggelapan kendaraan yang masih berstatus kredit itu dilaporkan FIFGROUP finance ke Polres Kotamobagu pada Mei lalu. Kala itu, Motor Honda Supra X GTR warna hiram dengan nomor polisi DB 2544 HH, nonor rangka MH1KB2115HK044608 dan nomor mesin KB21E1043506 yang baru dilakukan pembayaran selama 14 kali yang seharusnya selama 36 kali penyetoran, selain tak menyetor lagi, David malah menggadaikan motor tersebut ke rekannya.
Meskipun pihak FIFGROUP sudah beberapa kali mengundangnya untuk menyelesaikan hal tersebut secara musyawarah, namun David tak memiliki niatan untuk menyelesaikan peralihan tersebut. Alhasil, dirinyapun langsung dilaporkan untuk diproses hukum.
Kepada HBMR, Kepala Cabang FIF Ofril CH Kumontoy melalui Section Head Remedial dan Recovery cabang Kotamobagu Ishak Purwanto mengaku, bila kasus penggelapan seperti yang dilakukan David, sudah beberapa yang diproses hukum. “Untuk wilayah Kotamobagu sudah ada beberapa yang sudah masuk sidang, bahkan sudah ada yang divonis majelis Hakim,” bebernya.
“Untuk wilayah Bolmut sendiri, baru David yang kami proses hukum. Tindakan kami ini berdasarkan Instruksi dari Pimpinan cabang kepada pimpinan pos FIF Boroko wilayah Bolmut O.J Rinaldi Silaban,” ungkapnya.
Ishak menuturkan, saat ini wilayah Bolmut merupakan salah satu wilayah cabang FIFGROUP Kotamobagu yang marak terjadi penggalapan kendaraan yang masih berstatus kredit di FIFGROUP, “Berdasarkan data yang kami miliki, penggelapan kendaraan diwilayah tersebut, dari tahun ketahu kian mengalami peningkatan, sehingga apabila langkah musyawarah tak di indahkan, maka kami akan menempuh jalur hukum, sebagaimana yang kami lakukan terhadap David,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Jaksa penuntut umum Jaksa Muda Wiwin Tui, SH mengatakan, saat ini pelaku sudah ditahan dan dalam 20 hari kedepan perkara tersebut akan segera disidangkan. “Berkas dan pelaku sudah kami terima dari penyidik Ranmor Polres Kotamobagu, saat ini pelaku kami tahan, dalam waktu dekat, perkara ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu,” bebernya
“Pelaku terjerat dengan pasal 36 jo pasal 23 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia dengan ancaman dua tahun penjara Jo pasal kedua 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya. (tsl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.