Pakasi ‘Kick Balik’ Ahmad Sabir

0
Ahmad Sabir

KLIK24.ID — ‘Bak gayung bersambut’ mungkin istilah inilah yang tepat untuk digunakan terhadap balasan sindiran yang di utarakan oleh Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Michael Pakasi, kepada mantan Ketua Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu Ahmad Sabir, yang merupakan kader partai Nasional Demokrat (NasDem). Bagaimana tidak, sindiran yang disampaikan oleh mantan ketua Dekot dari partai NasDem kepada calon ketua Dekot, agar lebih jeli melihat keadaan dibalas oleh Wakil Ketua PDIP Kotamobagu tersebut.

Menurut Michael, seharusnya yang lebih jeli melihat keadaan itu adalah mantan ketua Dekot. Sebab, yang akan menjadi Ketua Dekot saat ini dari partai PDIP sebagai pemenang pertama pemilu di Kotamobagu.

“Seharusnya mereka yang lebih jeli lagi,” kata Michael, Jumat (06/09) kemarin. Menurutnya, dalam alat kelengkapan dewan (AKD), PDIP tidak memiliki kepentingan. Jadi, tidak ada yang perlu untuk di pusingkan. “Kalau kita PDIP tidak ada kepentingan. Yang ada kepentingan itu mereka. Dalam hal apa calon ketua harus sakit kepala. Justru mereka yang harusnya sakit kepala, karena pemilik kursi nomor satu di Kotamobagu dari partai NasDem. Tidak perlu PDIP sakit kepala,” ujarnya. Seharusnya, sambung Nong sapaan akrabnya, partai NasDem lebih banyak menjalin komunikasi politik dengan partai politik lain. Karena, di Dekot itu adalah lembaga politik. “Ini lembaga politik. Keputusan, keputusan politik. Komunikasi, komunikasi politik. Yang dibutuhkan itu kesamaan persepsi, kalau tidak berarti tidak satu langkah dengan sikap. Dewasa dalam berpolitik,” tandasnya.

Seperti pemberitaan kemarin,

Ahmad Sabir mengkritisi terbentuknya koalisi besar empat partai dan menyebut itub bukanlah akhir dari segalanya. Apalagi, kata Ahmad, masih banyak partai yang belum menyatakan sikap masuk dalam koalisi tersebut seperti Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga notabene pemenang ketiga di Kotamobagu.

“Kita fikir posisi hari ini belum akhir. Komunikasi hari ini ketua DPD masih dilakukan dari semua partai yang ada. Yang jelas bahwa ketika ada pertemuan dari ketua partai Golkar yang mudah-mudahan jadi pimpinan, komunikasi itu terjalin baik,” kata Sabir.

Menurutnya, calon ketua Dekot yang baru nanti harus lebih jeli lagi melihat kondisi yang ada.

“Kalau menurut saya objektif saja. Kalau kita bicara tentang masalah kepentingan rakyat, dan kedua pimpinan itu tidak bersama-sama diberikan kesempatan untuk mendapatkan alat kelengkapan dewan (AKD), pastinya akan menjadi salah satu debat panjang. Adapun dalam rangka kepentingan rakyat misalnya paripurna dan lain sebagainya, pasti tersendat dengan masalah baik forumnya dalam rangka kita menjalankan tugas sebagai Dewan. Jadi kalau saya, bagaimana komunikasi dari siapa yang menjadi ketua Dewan saat ini untuk lebih cerdas melihat keadaan yang ada,” ujarnya. (mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.