Lolayan Belum Tertarik Sektor Pertambangan, Ini Alasannya

0
ilustrasi pertambangan

KLIK24.ID – Kecamatan Lolayan adalah sebuah desa yang termasuk dalam desa lingkar tambang. Dilihat dari demografi-nya Lolayan mempunyai pegunungan yang sejajar dalam deretan pegunungan Bakan. Walaupun desanya masuk dalam lingkar tambang, namun penduduk Lolayan masih sedikit tertarik pada bisnis tambang. Kalau pun ada, mereka hanya sebatas sebagai pekerja. Hal ini diungkapkan Sangadi Lolayan, Dedi Mokotoloy, Rabu(28/8) kemarin. “Dalam acara-acara pesta, rapat, dan kegiatan non formal, saya selalu sampaikan agar warga Lolayan tidak tergiur oleh usaha yang belum pasti, yang mengunakan dana besar. Jangan gambling, semua harus diperhitungkan secara seksama. Bisnis tambang memang sangat menggiurkan, tapi itu belim pasti dan sangat beresiko. Memang betul banyak warga yang sukses, tapi tidak sedikit juga yang gagal dalam bisnis ini,” katanya.

Dedi menambahkan dirinya selalu menghimbau agar masyarakat Lolayan tetap fokus pada pertanian dan perkebunan, karena hasilnya pasti, walaupun jumlahnya tidak sedahsyat bisnis tambang. “Fokus saja ke pertanian atau perkebunan dengan tanaman tahunan dan musiman, agar tidak ta colo. Saat ini warga Lolayan yang mempunyai pohon cengkih sekitar 75% dan semua melakukan panen raya,” tambah Sangadi.

“Lolayan sekarang sudah tidak termasuk kategori desa tertinggal, tetapi sudah masuk dalam kategori desa berkembang. Kehidupan masyarakat sudah meningkat naik, pendapatan dari pertanian dan perkebunan meningkat dengan dibangunannya jalan-jalan pertanian melalui dana desa. Lolayan relatif jauh lebih aman secara ekonomi, tidak berpengaruh pada penutupan tambang-tambang seperti desa sekitarnya. Mereka sudah terbiasa meraup penghasilan yang sedikit namun pasti dan continue,” jelasnya.

Tazkir Adampe, Selaku Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Bolaang Mongondow mengatakan Desa Lolayan belum tertarik dengan pengelolaan tambang itu salah satu contoh bahwa memang bisnis tambang itu tidak akan membawa kemaslahatan masyarakat kedepannya, justru akan membawa petaka. Sudah banyak contoh kasus daerah atau desa yang menjadi daerah pertambangan. “Alangkah baiknya memang masyarakat diberikan edukasi tentang bagaimana menjaga ekosistem lingkungan hidup. Salut dengan himbauan pemerintah dalam hal ini Sangadi yang selalu memberikan edukasi kepada masyarakat, agar lingkungan tetap terjaga dari sekarang sampai akan datang,“ ungkapnya.

Tazkir membenarkan status Desa Lolayan dulunya desa tertinggal sekarang menjadi desa berkembang, berarti Indeks Desa Membangun (IDM) di desa tersebut sudah tercapai. “Kedepannya dengan memanfaatkan dana desa untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan Infrastruktur, mudahan-mudahan akan menjadi desa yang maju dan bahkan akan menjadi desa mandiri,” tutupnya.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.