Desa Ketakutan Gunakan Sollar Cell

0
ilustrasi

KLIK24.ID – Pengadaan lampu solar cell di beberapa Desa, saat ini menjadi perbincangan di antara aparat desa dan masyarakat. Akibatnya desa-desa trauma dengan barang itu, walau beberapa masyarakat mengaku menikmati adanya lampu dari tenaga matahari. Camat Passi Barat, Ferry Mokoginta mengaku pernah didatangi vendor solar cell, agar dirinya mengintruksikan kepada para sangadi untuk memakai solar cell sebagai penerang jalan, namun dirinya menolak. “Sesuai intruksi dari Bupati, bahwa kita tidak diperkenankan memakai solar cell,” ungkapnya.

Ferry menambahkan alasan kenapa tidak tertarik pada solar cell, karena kekuatan pemakaian tidak lebih dari 3 tahun. Selain itu harganya cukup mahal dan mudah rusak. Sementara pihak vendor hanya menjamin garansi satu tahun. Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Desa Bintau, Frangky Mokodompit menambahkan tahun ini sebetulnya Desa Bintau akan melakukan pengadaan lampu jalan dengan memakai solar cell, tetapi batal. “Kami trauma, takut seperti yang yang diberitakan di media maupun medsos, akhirnya kami beralih ke lampu PLN dengan memakai token. Memang kami belum ditawarin solar cell,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat diuntungkan dengan adanya lampu dengan tenaga surya, terlepas dari permasalahan yang dihadapi oleh pemangku kebijakan. Salah satu warga Bungko Supandri mengatakan dengan adanya lampu solar cell, aktivitas malam tetap bisa jalan. “Warga pulang malam tidak takut kegelapan, bahkan saya bisa nyuci motor tiap malam di bawah lampu itu, kata Supandri.

Warga Kopandakan ikut merasakan manfaat dari solarcell. “Bersyukur dengan pangadaan lampu ini, jika ada pemadaman dari PLN, lampu (Solar Cell) tetap menyala,” kata Arsad.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.