Dapat Perlakuan Tak Nyaman Dari Oknum Guru, Puluhan Siswa SMAN 1 Kotabunan ‘Serbu’ Dekab Boltim

0
PROTES : Puluhan siswa SMAN 1 Kotabunan menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat Dekab Boltim, kemarin. (f : randi/hbr)

KLIK24.ID — Akibat mendapat perlakuan tidak nyaman dari salah satu oknum guru, puluhan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kotabunan terpaksa mengadu kepada wakil rakyat di Dekab Boltim, Jumat (6/9) kemarin.

Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Rizki Agustaman mengatakan, pemicu pengaduan sejumlah siswa kelas 12 tersebut berawal pemberlakuan apel sore bagi seluruh siswa. Namun, kebijakan pihak sekolah yang berlangsung belum lama tersebut tidak diketahui para siswa. “Kita tidak tau jika ada apel sore. Jadi saat pukul 15.15 wita kita langsung pulang. Ini sudah dua minggu berjalan, tiba-tiba wakil kepala sekolah bidang kurikulum datang mengancam tidak akan memberi nilai kepada siswa yang tidak apel sekolah,” urainya.

Tak hanya itu, oknum guru tersebut kerap mengeluarkan kalimat tidak pantas bahkan menghukum siswa kurang wajar. “Ada kalanya keluar kalimat kasar atau kami dijemur. Ini tidak pantas menurut kami sebagai siswa,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Yusri Damopolii mengatakan, pihanya dan anggota Dekab Boltim telah menerima laporan siswa tersebut. “Kini SMA merupakan kewenangan Pemrpov Sulut, jadi kita hanya memberikan saran saja kepada siswa. Dan bisa saja apa yang dilakukan guru dalam konteks memberikan disiplin. Tapi kita tidak masuk ke situ sebab bukan kewenangan kita di daerah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III Dekab Boltim, Reevy Lengkong mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan siswa SMKN 1 Kotabunan. “Ya, tadi ada puluhan siswa datang melapor jika ada guru yang, karena siswa tidak apel lalu marah hingga memaki siswa dan mengancam tidak memberi nilai. Ini kita telusuri, nanti kita turun bersama Dikbud Boltim dan koordinasi dengan Dinas Pendidika Provinsi Sulut,” terangnya.
Ia menambahkan, wakil rakyat menseriusi laporan tersebut agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari. “Kami apresiasi siswa datang melapor kepada kami dan tidak melakukan hal-hal yang justru merugikan. Ini tentu kita seriusi karena siswa ini adalah anak-anak kita,” tukasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.