Calon ‘Papan Dua’ Sulut Butuh Survey

0
Tatong Bara - Yanni R Tuuk

KLIK24.ID — Suhu politik di Bumi Para Bogani ini makin hari makin panas. Bagaimana tidak, niat Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yanni Tuuk masuk bursa Calon Wakil Gubernur (Cagub) yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menjadi alasan panasnya konstalasi politik untuk memperebutkankan orang nomor dua di Bumi Nyiur melambai.

Menurut pengamat politik Bolaang Mongondow Raya (BMR) Akhmad Rizky Iyan mengatakan, selain Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara yang digadang-gadang cocok mendampingi Steven dalam Pilgub, munculnya salah satu kader PDIP untuk ikut bertarung jika Olly Dondokambey (OD) ditunjuk jadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo, berada di momentum yang sangat tepat.

“Ini merupakan momentun bagi seluruh kader PDIP jika pada pilgub nanti PDIP akan mengusung kader terbaik mereka untuk cagub dan cawagub. Sehingga wajar jika Yanni Tuuk akan melakukan yang terbaik untuk masuk bursa,” kata Rizky, kemarin.
Lebih lanjut, kata Rizky, untuk menentukan sejauh mana kekuatan kedua nama tersebut jika disandingkan, perlu ada survey yang harus dilakukan oleh Partai Politik (Parpol) tersebut. Agar, kekuatan kedua nama tersebut bisa dipetakan.

KLIK JUGA: Steven Kandouw-Tatong Bara: Duet Atau Rival

“Simulasi nama Steven-Yanni tentu harus diukur lewat survey untuk mengetahui posisi kekuatan keduanya pada tingkat masyarakat. Ibu Tatong punya segmen sendiri, begitu juga pak Yanny. Namun, agar presisi, harus punya parameter yaitu survey,” ujarnya.
Meski demikian, kata Rizky, selain harus ada survey yang dilakukan oleh internal partai, sangat perlu juga Parpol yang akan mengusung nanti mempertimbangkan rekam jejak antara kedua orang tersebut. Sebab, akan sangat sulit untuk menentukan pilihan terbaik terhadap dua orang yang digadang-gadang maju dalam bursa Cawagub.
“Ini dapat menjadi pilihan yang sulit. Meskipun demikian, ada hal-hal yang dapat menjadi kriteria selain survey. Rekam jejak, tren suara selama pemilihan dan pemetaan teritori/basis pemilih. Setidaknya nilai jual masing-masing kandidat dapat tergambarkan, meskipun secara sederhana,” tandasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi random ditengah masyarakat Kotamobagu, salah satunya Jerry (23) warga Kampung Baru Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu mengaku sangat mendukung figur Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara maju menjadi pendamping Steven dalam Pilgub. “Kalau kita jagokan Ibu Tatong di Pilgub,” katanya.

Terpisah, Tomy (60) warga Minahasa yang keseharian mengemudikan becak motor di jalanan Kotamobagu mengaku lebih menyukai figur laki-laki yang berpasangan dengan Steven Kandouw jika Olly Dondokambey diangkat jadi menteri. “Lebih cocok laki-laki,” tandasnya.

Seperti pemberitaan HBMR kemarin, Yanni Tuuk menyatakan diri siap ikut bertarung dalam penjaringan Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara. “Saya siap bertarung. Siapa sih yang tidak mau, jika diperintah oleh partai,” kata Yanni R Tuuk, saat diwawancara wartawan Rabu (4/9). Menurut Yanni, selaku kader partai, loyalitas terhadap perintah pimpinan partai menjadi ketentuan untuk dipatuhi. Tak ada yang mustahil, manakala diperintah untuk mencalonkan diri, selaku kader PDI Perjuangan, tetap siap bertarung. “Semua kader partai itu memiliki peluang dan harus siap jika dapat perintah langsung dari pimpinan,” tegasnya.

Lanjutnya, sejauh ini DPD Provinsi belum menghubunginya secara langsung untuk memerintahkan turut serta dalam bakal calon mendampingi Steven OE Kandouw. “Terus terang, saya belum dihubungi langsung atau dapat perintah langsung dari Pak Olly sebagai bakal calon wagub. Tapi, dorongan sudah muncul dibeberapa daerah di luar Bolaang Mongondow Raya (BMR). Kebetulan saya memimpin ibadah di Kabupaten Mitra, sudah muncul wacana demikian yang disebutkan oleh mereka sendiri. Bukan dari saya pribadi tapi mereka yang menyapa dengan sebutan calon wakil gubernur Sulut,” jelasnya.

Namun katanya, masih terlalu dini bagi partai untuk mengambil sebuah keputusan. Waktu pelaksanaan masih panjang, bahkan tahapan Pilkada juga belum berjalan. Sehingga dalam mengambil langkah maju kedepan masih berproses dan mengacu kepada perintah partai. “PDI Perjuangan itu memiliki mekanisme dalam melakukan seleksi bakal calon yang ada. Salah satunya, metode survey internal. Masih belum saatnya kita akan memutuskan. Paling cepat Desember sudah dapat diketahui siapa bakal calon yang akan diusung oleh PDIP nanti,” ucap Yanni Tuuk.(mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.