Pilgub 2020: Tatong-E2L Calon Kuat

0
Tatong Bara-Elly E Lasut

KLIK24.ID — Suhu politik menjelang pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang akan diselenggarakan 2020 nanti semakin memanas. Tiga nama calon asal Bolaang Mongondow Raya (BMR) mulai menguat pasca pertemuan lima pimpinan daerah se BMR di Bolmut beberapa waktu lalu.

Pengamat Politik BMR Akhmad Riszky Iyan menilai, dari ketiga calon yang mulai hembuskan seiring pertemuan pimpinan lima Daerah se BMR di Bolmut tersebut hanya Wali Kota Kotamobagu lah yang memiliki peluang cukup besar untuk mewakili suara BMR.
“Ketiganya sama-sama kompeten untuk mewaliki suara BMR. Tapi kalau harus berhitung lebih detail terkait modal untuk bertarung, saya menilai ibu Tatong lebih berpeluang. Alasannya tren perolehan suara beliau selama 3x mengikuti kontestasi walikota (1x wawali),” kata Riszky, kemarin.

Selain itu, kata Riszky, popularitas dari orang nomor Satu di Kotamobagu tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan, untuk setiap elit politik BMR mendukung Tatong maju dalam kontestasi politik se Sulut tersebut.

KLIK JUGA: Pilgub Sulut: Tatong, Sehan atau Depri?

“Basis suara (dapat di klaim) ada di Kotamobagu dan Bolmong. Kemudian mesin partai Nasdem yang masiv dalam pergerakan (terbukti pada pemilu 2019). Paling tidak itu beberapa pertimbangan singkat. Namun tentu jika bicara data popularitas dan elektabilitas harus berdasarkan survey, tapi biasanya diinternal partai dilakukan hal tersebut,” ujarnya
Ketika dikonfirmasi terkait pasangan yang paling ideal terhadap Wali Kota Dua Periode tersebut, Riszky menuturkan, dalam tubuh Nasdem ada banyak figur yang bisa diusung menjadi Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Tapi, itu tergantung survei yang harus dilakukan oleh internal partai tersebut.

“Dalam hal ini kita menilai calon dr BMR harus menunggu pinangan. Tentu langkah-langkah konsolidasi tingkat partai tetap dilakukan jika berkeinginan untuk mewakili suara BMR. Idealnya berpasangan dengan figur dari Minahasa. Kalau dari internal nasdem relatif banyak figur yang bisa untuk posisi cagub, tergantung jika partai nasdem melihat posisi tawar terbaik ada pada siapa. Elly Lasut dan Tatong Bara kayaknya menarik. Meskipun idealnya dengan figur dari Minahasa,” pungkasnya.

Meski demikian, kata Riszky, dalam pesta politik tidak menutup kemungkinan adanya koalisi antar partai politik. Sebab, semua peluang koalisi antar parpol yang ada bisa terjadi demi untuk tujuan memenangkan kontestasi politik tersebut.

“Peluang untuk itu selalu ada. Meskipun kita berani bilang itu kecil. Karena 2020 sama-sama punya kesempatan untuk tanding. Lagi pula PDIP nampaknya msh akan mengusung ODSK,” tandasnya. (mg41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.