Kondisi Pasar Serasi Pascakebakaran, Bahan Jualan Terbakar, Pedagang Pasrah

0
PRIHATIN: Hapsin adam dan Aulia. (f: Tesi/Klik24)

Laporan: Tesi Ngodu-Vicky Tegela, Kotamobagu

KIRA-kira Pukul 11:30 Wita, kemarin, wartawan menuju lokasi kebakaran di Pasar Serasi. Hiruk pikuk masyarakat berjualan memenuhi lokasi pasar, meskipun banyak puing-puing sisa kebakaran yang masih berasap, namun tak menyurutkan semangat pedagang untuk berjualan di sekitar lokasi.

Sekira 15 meter dari pintu gerbang Pasar Serasi, nampak sejumlah masyarakat pemilik lapak mencari sisa-sisa jualan yang masih bisa digunakan. Wartawan tertuju pada salah satu bapak yang sedang mengangkat beberapa puing-puing sambil menggendong anak kecil berbaju merah muda.

Wartawan perlahan menghampiri bapak tersebut, karena berada di tengah puing-puing sisa kebakaran. “Selamat siang pak,” sahut wartawan kepada bapak yang sedang menggendong anaknya. “Siang juga ibu,” jawab bapak tersebut. Kemudian wartawan memperkenalkan diri. “Saya Hapsin Adam (47) asal Gorontalo dan anak keempat Aulia Adam (4),” kata Hapsin memperkenalkan dirinya kepada wartawan.

Sekedar diketahui maksud kedatangan wartawan untuk memantau kondisi pemilik lapak yang menagalami musibah kebakaran Rabu (21/8). Kepada wartawan, Hapsin (47) menceritakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga tidak berada di  lokasi lapak,  karena dalam keadaan berduka. “Saat itu, kami berada sekitar 15 meter dari lokasi, karena belum sempat membuka lapak, namun seluruh bahan rempah yang akan dijual ditinggalkan dilokasi lapak,” tuturnya menunjuk ke luar lokasi yang diduduki keluarga saat kejadian.

KLIK JUGA: Dua Bank Besar Upayakan Kompensasi Nasabah Korban Kebakaran Pasar Serasi

Sambil memeluk anaknya Hapsin kembali melanjutkan cerita. “Saat seluruh pedagang ribu-ribut menunjuk asap yang keluar dari dalam pasar, saya dan istri Meylan (36) bergegas menuju lapak dan berharap apinya tak sampai di lapak, namun kobaran api semakin membesar dan tidak memungkinkan kami untuk masuk,” tuturnya sambil memeluk erat Aulia.

Lanjutnya, memang lapak tak besar hanya ukuran 3 x 6 meter dengan bahan yang dijual adalah rempah-rempah dapur, namun disinilah istri dan 4 anak bisa hidup dan sekolah. “Saya berjualan sudah dari tahun 1988 namun menetap di Kotamobagu sudah dari tahun 2001. Anak-anak kami pun dapat bersekolah dari hasil lapak disini,” kata Hapsin yang sudah menetap di Kelurahan Gogagoman.

Ia menyebutkan, kerugian lapak berkisar puluhan juta, karena istri juga berjualan makanan tepat didepan lapak. “Saya dan istri hanya bisa pasrah menerima musibah ini. Kami juga tak tahu mengeluh kepada siapa, karena tanah yang ditempati adalah tanah warisan, bukan pemerintah. Kami hanya bisa berdoa insyaallah Allah bisa memberikan rejeki ditempat lain setelah musibah ini dan memberikan kesehatan kepada keluarga kami,” tutup Hapsin mengakhiri wawancara bersama wartawan.

Wartawan kemudian bersua dengan Arka (45), pedagang. Setelah bertemu, Arka kemudian menceritakan kisah pilu kebakaran. Arka kemudian mengarahkan telunjuk kepada Sri Utami (28), salah satu pemilik rumah makan yang terbakar.

KLIK JUGA: Pasar Serasi Kotamobagu Ludes Terbakar

“Rumah makan itu tempat mencari nafkah bagi saya dan keluarga,” tutur Sri sambil menitikan airmata.

“Saat kejadian, pelanggan yang datang berkurang karena sudah sore. Biasanya ramai pengunjung pagi sampai siang pukul 14.00 Wita. Pada saat saya sedang membersihkan rumah makan, tiba-tiba saya mendengar teriakan para pedagang; Api-api, ayo lari. Karena api sudah mulai besar saya terkejut dan langsung berteriak karena pada saat itu papa saya pulang ke rumah jadi hanya saya sendiri di dalam rumah makan, kemudian saya lihat para pedagang lain sudah berlarian saya mulai bergegas pada saat itu yang sempat saya bawah elpiji serta kompornya,” kisah Sri.

Dalam situasi itu, kata Sri, dia segera menelpon sang ayah dan memberitahukan ada kebakaran.

“Papa saya langsung datang ke rumah makan. Sampai di pasar, papa terkejut melihat api sudah besar pokoknya tidak bisa di ungkapkan karena sudah panik semuanya,” jelas Sri.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.