Doli Harjo Paputungan, Pendiri Pramuka Kotamobagu

0
Doli Harjo Paputungan

Laporan: Tesi Ngodu, Kotamobagu

SELASA (13/8) Kira-kira Pukul 11:30 WITA, wartawan menuju SMPN 4 Kotamobagu. Saat memasuki halaman sekolah kira-kira 10 meter menuju ruangan kepala sekolah (kepsek), suasana halaman dipenuhi siswa-siswi yang sedang menyaksikan lomba vokalia antar kelas, memperingati Hari Ulang Tahun ke 74 RI. Sesampai diruangan kepsek Erni Mokodompit, wartawan memberitahukan maksud dan tujuan mendatangi sekolah. “Mungkin diruang lab komputer. Nanti saya antar kesana,” jawab kepsek memberitahukan keberadaan Doli Harjo Paputungan. Kemudian, kepsek mengantar wartawan menuju keruang lab komputer yang berjarak sekitar 4 meter dari ruangannya.

Sampai di ruang lab komputer, tampak Doli Harjo Paputungan duduk sambil mengetik sesuatu di komputer yang berada didepannya. “Selamat siang bu, silahkan duduk,” menjawab salam wartawan dan kepsek saat memasuki ruang lab komputer. Kemudian kepsek memberitahukan maksud dan tujuan wartawan kepada Doli Paputungan dan langsung meninggalkan ruang lab komputer.

Sekedar diketahui Doli Harjo Paputungan adalah salah satu pelatih yang memiliki gelar andalan daerah Provinsi Sulut, yang berhasil membentuk kepengurusan pramuka di Kotamobagu sejak 2008 hingga saat ini.  Kepada wartawan, Doli Harjo menceritakan berdirinya kepengurusan pramuka dan eksisnya pramuka Kotamobagu hingga ke mancanegara. Ia menjelaskan, menjadi pelatih pramuka sejak tahun 2006 sebelum pemekaran daerah, sesuai sertifikat pramuka yang diberikan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Sulut. Sejak tahun 2006 mulai melatih pembina-pembina pramuka yang terdiri dari guru-guru. ia mengaku, Pada tahun 2008 usai pemekaran daerah, dirinya bersama kelima pelatih membentuk Kwartir Cabang (Kwarcab) di Kotamobagu yang beranggotakan 30 orang saat itu, kemudian 30 pengurus tersebut membentuk cabang-cabang pramuka untuk dibina.

KLIK JUGA: Berjumpa Syamsudin Lauma, Sampah Plastik Jadi Sumber Pendapatan

“Sejak  kwarcab dibentuk, seluruh pengurus bekerjakeras untuk melatih anggota yang bergabung dalam kwarcab hingga bisa eksis sampai saat ini,” tutur papa Diksi sapaan akrab Doli Harjo Paputungan. Ia melanjutkan, hanya berselang selama 1 tahun anak didik yang tergabung dalam Kwarcab Kotamobagu, mulai tampil diberbagai event pramuka yang digelar ditingkat daerah, Provinsi, Nasional dan Internasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kwarcab Kotamobagu pada jambore Asean yang dilaksanakan di Filipina pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2013 Kwarcab Kotamobagu kembali eksis, menjadi wakil Sulut pada International Scout Peace Camp (ISPC) yang diikuti 30 Negara di Cibubur Jakarta Timur.  “Anggota yang tergabung dalam kwarcab adalah pramuka siaga yang terdiri dari siswa SD umur 7 sampai 10 tahun, kemudian pramuka penggalang yang terdiri dari siswa SMP umur 11 sampai 15 tahun, selanjutnya pramuka penegak yang terdiri dari siswa SMA yang berusia 16 tahun keatas dan Pramuka Pandega yang berusia 21 sampai 25 tahun,” jelas papa Diksi kelahiran 3 Juni 1972. Ia mengaku, sangat bangga dengan semangat sekolah yang membina siswa-siswi pramuka, bahkan eksis mengikuti kegiatan jambore daerah yang dialksanakan oleh kwarda dan kwarcab. Hal ini juga, didukung oleh Kurikulum 2013 (K13) yang mewajibkan ekstra pramuka diterapkan oleh sekolah. “Kwarcab Kotamobagu akan menggelar Kemah Karya Sahabat yang akan digelar mulai 23 Agustus sampai 25 Agustus. Kebetulan saya dipercayakan pemerintah untuk bertanggung jawab mensukseskan kegiatan. Semoga semangat pramuka terus bergelora, mari ciptakan suasana persaudaraan dan saling menghargai. Selamat hari pramuka 14 Agustus,” ujar Papa Diksi asal Poyowa Besar mengakhiri wawancara bersama wartawan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.