Ferry Mokoginta: ABK  Minim Rasakan Dana Desa

0
Pelatihan kader pembangunan masyarakat di Gedung PAUD Passi, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow.

KLIK24.ID – Pemberdayaan masyarakat melalui dana desa, terkadang hanya fokus pada pengembangkan ekonomi untuk masusia biasa, namun sangat minim tersentuh pada anak (Manusia) berkebutuhan khusus. (ABK). “Hal ini bisa dilihat dilingkungan desa kita, seberapa besar dana desa bisa berkontribusi kepada ABK,” kata  camat dalam sambutan pada acara pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Passi Barat pada Program Inovasi Desa, yang di selenggarakan  Tim  Inovasi Desa Kecamatan Passi Barat, di Gedung PAUD Desa Passi, Selasa (9/7).

Bantuan untuk anak berkebutuhan khusus, tidak hanya berupa peralatan atau fasilitas, tetapi seyogyanya digali potensi apa yang ada pada diri ABK. “Kita jangan memberikan ikan saja tetapi juga harus juga memberikan kailnya. Untuk memberikan kailnya, kita harus mengetahui potensi yang ada pada anak berkebutuhan khusus tersebut, agar tidak bertabrakan dengan pembangunan yang sudah direncanakan. Anak bekebutuhan khusus di data dan dibahas pada Musdes Anggaran Tahun 2020,” terang alumni Faktultas Pertanian UDK ini.

KLIK JUGA: Sewa Sound System Andalan BUMDes Poyowa Kecil

Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Desa Kecamatan Passi Barat Taksir Adampe mengatakan, tujuan pelatihan kader pembangunan manusia untuk menciptakan kader pembangunan yang siap pakai di desa. “Mereka harus memiliki rasa kepekaan sosial (sense of social) terhadap lingkungan sekitar. Oleh karenanya KPM di kecamatan Passi Barat harus dibekali pengetahuan tentang itu,” ujar Taksir.

Taskir menjelaskan materi yang diberikan pada pelatihan kader pembangunan desa, ditekankan pada perpaduan program pemerintah pusat dan desa untuk pencegahan stunting agar tidak tumpang tindih. Dimana Stunting merupakan bagian dari Anak Berkebutuhan Khusus. “Stunting diartikan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir, Penyebab stunting Kurang gizi kronis dalam waktu lama, tidak cukup protein dalam proporsinya, dan perubahan hormon yang dipicu oleh stres, gejalanya anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, pertumbuhan tulang tertunda. Hal itu bisa dicegah secara dini melalui pemberian asupan gizi pada  ibu hamil atau anak,  pemeritah pusat telah melkukan program Kampanye Gizi Nasional (KGN),” jelasnya.(jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.