Curahan Hati Terpidana Investasi Bodong: Clara Drop, Elsi-Suci Kecewa

0
DIPIDANA: Clara Winokan, Elsi Kauwan dan Suci Wulandari Mamonto ketika mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (17/7) lalu. (f: Tito Lantapon/HBMR)

Laporan: Tri Sucipto Lantapon, Kotamobagu

KLIK24.ID – Owner Investasi Bodong Clara Winokan sudah resmi menjalani hukuman selama 1,6 tahun penjara dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani. Ini sesuai vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (17/7) lalu. Bagaimana tanggapan Clara soal hukuman yang akan dijalaninya? Kemarin, HBMR berkesempatan mewawancarai perempuan yang sempat membuat heboh publik Bolmong Raya tersebut.
“Pokoknya itu perasaan so campur aduk, heran dan sakit hati deng kita so bingung mo kase pulang korban pe doi (Pokoknya perasaan sudah campur aduk, heran dan sakit hati dan saya jadi bingung mau pulangkan uang korban),” bebernya.

Tak hanya itu saja, untuk melakukan upaya hukum untuk mendapatkan aset miliknya lagi, Clara mengaku sudah tidak memiliki daya lagi.

“Sekarang cuma tu oto Ayla itu yang ada itupun depe barang so nda ada pa kita, yang ada tinggal depe BPKB (Sekrang sisa mobil Ayla yang tersisa itupun barangnya sudah tidak ada pada saya lagi tinggal BPKB saja,” bebernya.

KLIK JUGA: Usai Divonis Penjara, Clara Winokan ‘Dimiskinkan’

Selain Clara, dua rekannya, Elsi Kauwan dan Suci Wulandari Mamonto dipidana penjara yang terbilang meningkat 7 bulan dibandingkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut keduanya 10 bulan penjara, membuat keduanya hanya bisa pasrah.
Keduanya pun mencurahkan isi hati masing-masing. “Kalau torang tau torang yang nda pake doi kong depe hukuman cuma beda satu bulan deng owner, mendingan torang jo yang jadi owner (Kalau kami tahu kami tidak pake uang (korban) tapi hukuman hanya besa satu bulan dengan owner, mendingan kami saja yang jadi owner),” ujar Elsi diamini Suci.
Mereka mengaku, putusan yang diterima ini sangatlah berat, mengingat mereka sudah memandatangani perdamaian dengan para korban dan berkeinginan untuk mengembalikan uang para korban.

“Padahal di sidang lalu torang so bekeng perdamaian dengan para korban, tambah lagi didepan majelis hakim torang so sampaikan torang masih ada anak kacili deng torang so nda mo ulang ba bakeng ulang torang pe kesalahan ini, tapi samua nda ada yang dipertimbangkan majelis (Padahal di sidang lalu, kami sudah buat perdamaian dengan para korban, tambah lagi didepan majelis hakim kami sudah sampaikan kami masih ada anak kecil dan kami tidak akan mengulangi kesalahan ini, tapi semua tidak dipertimbangkan majelis),” keluh mereka.

Diketahui, usai sidang putusan tersebut, terlihat di depan Pengadilan Negeri Kotamobagu para korban melakukan protes terhadap putusan majelis tersebut. “Itu bukang Unang negara, itu torang pe doi kiapa kong musti dirampas untuk negara dang,” ujar salah satu korban yang tidak terima dengan putusan majelis Hakim. (mg40)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.