Cerita Rumah Adat Motayok di Desa Bilalang Baru

0
TRADISI: Rumah Adat Motayok, Desa Bilalang Baru, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow

KLIK24.ID – Rumah Adat Motayok terletak di Desa Bilalang, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongodow. Ini adalah bagian  budaya Bolaang Mongondow yang patut dipelihara. Untuk datang ke rumah adat ini, pengunjung yang berangkat dari kota Manado menuju Kotamobagu, selanjutnya dari pusat Kotamobagu melewati Jalan Bilalang–Tudu Aog. Sekira 4 Km pengunjung sudah bisa menemukan rumah adat tersebut.

Motayok merupakan upacara ritual untuk mengobati orang sakit. Sebagai pengelola dan orang yang mengobati  disebutDoduataan (orang yang kerasukan roh leluhur) adalah sepasang suami istri bernama  Awan Mokoagow dan Son Manangin. Awan Mokoagow , menceritakan bahwa dirinya mewarisi  ilmu (keahlian ) dari leluhurnya. “Saat saya kecil menderita  sakit, nenek saya Nun Bilang yang  mengobati. Dari situlah menurut nenek, saya yang mewarisi keahlian (ilmu) sampai sekarang. Tidak semua orang bisa Motayok, hanya keturunan dari keluarga saya” ceritanya.

Awan Mokoagow mengatakan sebelum dilakukan Motayok, masyarakat yang akan berobat harus menyediakan beberapa bahan-bahan untuk keperluan ritual dan makan bersama. Sebelum ritual dimulai terlebih dahulu dilakukan  Mokibondit,untuk mendeteksi/mengetahui penyakit yang diderita. Selain tarian Motayok untuk pengobatan, juga ada pengobatan yang menggunakan bahan-bahan tradisional,” katanya.

KLIK JUGA: Sempat Ricuh, Sertijab Sangadi Bango Molunow Dinilai Cacat Hukum

Ritual ini biasanya dilakukan di malam hari dengan diiringi musik/gamelan/tabuhan dengan gerakan kecil (tarian) diatas lantai, untuk menunggu pergantian ruh leluhur sambil melafalkan mantra-mantra. Nenek 65 tahun ini mengatakan alat-alat yang dipakai prosesi Motayok antara lain giring-giring yang diikat pada kain warna-warni. Alat ini digunakan saat memanggil leluhur Bolaang Mongondow. Satu buah gendang, Dua buah Gong dan dimainkan oleh dua orang pemain.

Awan menambahkan berbagai jenis sajian yang disediakan seperti ayam, ikan, beras ketan, dan sagu. Sajian yang disiapkan disesuaikan dengan jenis penyakit yang diderita. “Beras dan sagu itu dimasak di dalam bambu, tidak boleh dengan yang lain,” jelasnya.

Pasien Motayok datang dari berbagai desa diantaranya Mataindo, Ratatotok, Bintau, Bilalang dan lain-lain. “Biasanya jika sudah datang ke dokter dan dibilang sudah tidak sakit, tetapi kenyataan masih sakit sakit, mereka yang percaya datang kemari,” ungkapnya.

Rumah Adat Motayok direnovasi oleh Dirjen kebudayaan, melalui Balai Pelestarian Budaya (BPNB) Manado, Di bangun dua lantai, dengan luas bangunan 6 x7 meter. Lantai satu dipakai untuk ritual prosesi motayok. (jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.