Aenan Paputungan, CJH Tertua di Kotamobagu: Daftar CJH Hasil Jual Cengkih

0
Aenan Paputungan

Laporan: Tesi Ngodu, Desa Moyag Induk

Di tengah derasnya hujan menyelimuti Kotamobagu sekira Pukul 16:30 WITA, wartawan koran ini menuju kediaman Aenan Paputungan (88) yang berada di Desa Moyag Induk, Kecamatan Kotamobagu Timur. Tiba di rumah Aenan atau yang lebih dikenal Tete Herdi, tengah duduk santai di depan rumahnya bersama dengan mama Herdi (anaknya). “Ada perlu apa bu,” tanya mama Herdi kepada wartawan, ketika memasuki halaman rumah berjarak sekira 2 meter dari jalan raya. Setelah memberitahukan maksud dan tujuan wartawan, mama herdi berbisik kepada tete herdi tentang kehadiran wartawan. “Mari masuk bu,” ajak Tete Herdi dan mama Herdi mengajak wartawan masuk kedalam rumahnya.

Sekedar diketahui, maksud kedatangan wartawan untuk bertemu dengan Tete Herdi sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) Tertua Kotamobagu tahun 2019.
Saat berada didalam rumahnya, Tete Herdi menanyakan apa yang bisa diberitahukan kepada wartawan. “Apa yang bole mo kase tau pa ibu,” katanya dalam bahasa melayu. Kemudian Tete Herdi mulai menceritakan persiapannya sebagai CJH. “Mendaftar sebagai CJH sejak tahun 2016, saat itu bertepatan dengan panen cengkih, sehingga uang hasil panen ditujukan untuk pendaftaran CJH, kemudian seiring waktu menunggu jadwal pemberangkatan, saya terus menabung hasil kebun untuk mencukupi pendaftaran sebagai CJH. Saat ini masih juga terus menabung. Alhamdullilah tahun ini cengkih kembali memberikan hasil yang baik, sehingga bisa ditabung untuk digunakan selama berada di Mekkah nanti,” katanya sembari tersenyum.

KLIK JUGA: Kisah Haru Mahasiswa Bawa Poster Mendiang Ibunya saat Wisuda

“Saya berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji sejak masih kecil dan juga menjadi impian saya sebagai umat Muslim, namun belum terpanggil untuk menunaikannya. Insyaallah 30 Juli ini bisa menunaikan rukun islam kelima,” tuturnya sambil menunduk.
Dikatakannya, setelah diberitahukan menjadi CJH 2019, ia mengaku mulai melakukan segala persiapan. “Saya sangat senang dan merasa syukur alhamdullilah, karena diberikan kesempatan tahun ini untuk menunaikannya. Saya juga telah mengikuti check up rutin di Prodia untuk memastikan kesehatan saya jelang keberangkatan, karena beberapa waktu lalu sempat drop karema HB mengalami penurunan, namun Alhamdullilah masih diberikan kemudahan dan kesehatan oleh Allah SWT,” tutur Suami dari Odima Paputungan (80).
Ia mengaku, sangat bersyukur memiliki 8 orang anak, 16 cucu dan 3 cece yang sangat mendukung bahkan mendoakan keberangkatannya menuju tanah suci. “Alhamdullilah anak-anak dan cucu ikut mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan menuju Mekkah. Hal utama yang saya siapkan adalah obat-obatan dan pakaian Ikhram untuk menunaikan ibadah di tanah suci,” ujar Tete Herdi kelahiran 12 Agustus 1930 ini.
Ia juga membeberkan, “Saya ingin mendoakan istri, anak-anak, cucu dan cece agar bisa diberikan kesehatan dari Allah SWT selama berada di tanah suci. Saya yakin dan ikhlas untuk berangkat ke tanah suci, insyaallah saat berangkat diberikan kesehatan hingga kembali lagi ke rumah,” menutup perbincangannya bersama wartawan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.