Makan Korban Lagi, Pemilik PETI di Bolmong Raya ‘Sakti’

0
Meski sering terjadi korban, namun aktivitas peti di wilayah Bakan Bolmong jalan | istimewa

KLIK24.ID –  Pertambangan emas tanpa izin (PETI)  memang menggiurkan,  meski nyawa taruhannya  tetap juga jadi buruan. Lokasi tambang ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut  kembali merenggut nyawa. Tambang ilegal tersebut bukan baru kali ini memakan korban jiwa. Sejak tiga tahun belakangan, sudah ada puluhan penambang yang meninggal.

Dan terakhir, pada Februari 2019, terjadi peristiwa yang menghebohkan, dimana puluhan penambang tewas tertimbun longsor di lokasi Busa yang berdekatan lokasi kejadian saat ini. Namun hingga kini, tidak ada satupun pengusaha (Juragan emas)  yang dijerat dengan hukum. Mulai dari perizinannya hingga penggunaan bahan kimia Sianida.

KLIK JUGA: Komnas-HAM Investigasi Sumber Sianida dan Merkuri Beredar Bebas di Bolmong Raya

Terbaru, pertambangan emas tanpa izin (PETI) diduga milik dari Samuel alias Om Tole kembali makan korban. Wawan Mokodompit (38), warga Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, salah satu pekerja tambang tewas setelah tertimbun material tambang yang longsor, Jumat (26/4/2019) pekan lalu.

Menurut penuturan sejumlah saksi, sekitar pukul 04. 00 Wita, Wawan dan dua rekannya masuk ke lobang paritan untuk mengambilan material. Berselang satu jam di dalam lobang, tiba-tiba material buangan ambruk dan menimbun Wawan bersama dua rekannya. Dua rekannya bisa diselamatkan namun Wawan tak tertolong.  “Tanah buangan material longsor jatuh ke bawah dan mengakibatkan Wawan tertimbun tanah,” kata sejumlah saksi.

Kapolsek Lolayan, AKP Sahir Budi Mantoyo melalui Kanit Reskrim Bripka Fadly Pampaile menyebutkan, lokasi ada alat berat jenis ekscavator sementara bekerja. “Lubang tambang tempat korban bekerja itu bekas katikan ekscavator. Dan karena curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini, kemungkinan tanah menjadi labil dan ambruk,” jelas Fadly.

Upaya pencarian dengan menggunakan peralatan seadanya dilakukan saat kejadian. Namun jasad Wawan baru bisa dievakuasi pada pukul 07.00 Wita dan langsung dibawa ke rumahnya di Desa Tabang Kecamatan Kotamobagu Selatan. “Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap Fadly, pekan lalu. (CIP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.